Berita

Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada Rabu, 9 Oktober 2024./RMOL

Politik

Antisipasi Ekonomi 2025, Yenny Wahid Minta Jabatan Menteri Bukan Dagangan Politik

RABU, 09 OKTOBER 2024 | 20:11 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Indonesia diprediksi akan mengalami resesi ekonomi di tahun 2025.

Secara sederhana, resesi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kondisi perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari produk domestik bruto (PDB) yang negatif, lalu adanya peningkatan pengangguran,  maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

"Seperti kita sama-sama tahu ke depan ekonominya ada potensi mengalami resesi, dan kita melihat bahwa ada penurunan daya beli masyarakat pada saat ini," kata putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada Rabu, 9 Oktober 2024.


"Ekonominya melambat, ada deflasi dan sebagainya. Butuh kekuatan bersama untuk mengatasi masalah ini," tambah Yenny.

Untuk itu, Yenny berharap pemerintahan era Prabowo-Gibran dapat memilih menteri terkait yang dapat menyelesaikan tantangan ekonomi ke depan.

Jangan sebaliknya, pembagian kursi menteri hanya untuk dagang politik saja.

"Tentu kita berharap mereka (Prabowo-Gibran) betul-betul bisa menyusun kabinet yang baik. Kabinet yang profesional, kabinet yang bukan cuma sekadar dagang politik gitu ya. Tetapi kabinet profesional yang bisa mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa," kata Yenny.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya