Berita

Ilustrasi kereta cepat/Shinkansen

Bisnis

Pakai APBN Sendiri, Vietnam Bakal Bangun Kereta Cepat Rp1.031 Triliun Tanpa Bantuan Asing

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 13:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Vietnam berencana membangun kereta cepat senilai 67 miliar Dolar AS atau setara Rp1.031,8 triliun tanpa bantuan dan pinjaman asing.

Seperti dikutip Reuters, Senin (7/10), proyek ini akan menjadi proyek infrastruktur terbesar di Hanoi yang akan mengandalkan pendapatan negaranya sendiri (APBN).

Kementerian Transportasi Vietnam memperkirakan anggaran tahunan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut sebesar 5,6 miliar (Rp86,24 triliun) yang rencananya akan dikerjakan selama 12 tahun.


"Dengan semangat kemerdekaan dan kemandirian, Politbiro telah memutuskan untuk tidak bergantung pada negara asing," kata Wakil Menteri Transportasi Vietnam Nguyen Danh Huy dalam keterangan resmi.

Kereta cepat ini rencananya akan dibangun dengan rute sepanjang 1.541 kilometer (km) yang akan menghubungkan Hanoi dengan pusat bisnis yang ada di bagian selatan Vietnam, Ho  Chi Minh City.

Kereta ini diperkirakan akan melaju hingga 350 km per jam dan diharapkan selesai pada 2035.

Kementerian menegaskan biaya pembangunan megaproyek ini diutamakan mengandalkan pendapatan negara sepenuhnya, atau bila perlu menerbitkan surat utang khusus untuk investor domestik.

Namun, pemerintah juga mempertimbangkan utang dari asing atau negara lain dengan syarat yang menguntungkan apabila dana yang dimiliki ternyata tidak mencukupi.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan Vietnam mencatat Hanoi memiliki utang publik yang relatif rendah, yakni 37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir 2023. Untuk itu, pemerintah Vietnam ragu meminta bantuan asing dalam pembiayaan proyek ini karena khawatir terjerat utang besar.

Namun, para pakar pendanaan infrastruktur menilai akan sulit bagi Hanoi untuk membangun proyek besar ini secara mandiri, dan akan menimbulkan keraguan mengenai kelayakan kereta cepat tanpa bantuan asing.

"Secara teoritis, ini mungkin, tetapi tidak begitu realistis," kata seorang pakar infrastruktur asing yang berbasis di Vietnam.

Menurut Bank Dunia, selama dua dekade terakhir, Vietnam menghabiskan sekitar 20 persen dari anggaran negara untuk infrastruktur, sebagian besar untuk jalan desa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya