Berita

Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bambang Sutopo/Istimewa

Politik

Soal Janji Selesaikan Kemacetan Sawangan, HBS: SS Jangan Asal Janji!

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 12:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan calon Walikota Depok, Supian Suri (SS), yang menyebut akan menyelesaikan masalah kemacetan Jalan Raya Sawangan dikritik Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bambang Sutopo.

Menurut HBS, sapaan akrabnya, SS terlalu gegabah kalau menyebut penyelesaian kemacetan di Jalan Raya Sawangan adalah prioritas utama. Karena, Jalan Raya Sawangan merupakan ranah pemerintah pusat.

"Itu terlalu konyol karena sudah pasti niatnya hanya memojokkan pemerintah daerah periode ini, lebih kepada memojokkan pemerintahan Pak Idris-Imam," ujar HBS melalui keterangannya yang diterima redaksi, Senin (7/10).


HBS menduga isu tersebut sengaja diembuskan untuk membunuh karakter pemerintah di mata masyarakat. Padahal kata HBS, Supian Suri sudah tentu tahu masalah yang terjadi di Jalan Raya Sawangan.

Terlebih, lanjut HBS, di tingkat Provinsi Jabar juga ada lebih dari 4 orang yang duduk di parlemen yang mewakili Kota Depok. Sudah tentu, ikut memperjuangkan masalah yang ada di Jalan Raya Sawangan. 

"Jadi saya yakin SS sudah tahu masalah kemacetan di Jalan Raya Sawangan, ia kan bagian dari Pemkot Depok, sudah lebih dari 25 tahun loh, jadi jangan merasa seolah-olah jadi orang tidak tahu," paparnya.

Sebagai anggota DPRD Kota Depok pertama, HBS mengaku pernah mengikuti rapat tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang. Di mana salah satu prioritasnya adalah pembangunan Jalan Raya Sawangan.

"Namun lagi-lagi, itu ada di ranah pemerintah pusat. Sejak era pemerintahan pertama juga telah diperjuangkan, namun karena banyak faktor hingga kini belum terealisasi," ungkapnya.

"SS jangan asal janji! Lihat kemampuan dirinya saat diberikan kesempatan emas oleh pemerintahan Idris-Imam tidak mampu menanganinya," tegas HBS.

Tak hanya soal kemacetan di Sawangan, HBS juga mengomentari janji kampanye SS lain yang menyatakan akan memberikan anggaran Rp300 juta per RW apabila dirinya terpilih sebagai Walikota Depok periode mendatang.

Menurut HBS, janji cawalkot yang diusung Gerindra, PDIP, Demokrat, PKB, PAN, PPP, Nasdem, Perindo, Gelora, Partai Ummat, Partai Buruh, dan PSI tersebut merupakan salah satu "jebakan" untuk para Ketua RW karena berpotensi melanggar hukum.

"Ini lebih bahaya, para Ketua RW memiliki risiko besar terhadap pelanggaran hukum. Penggunaan anggaran tidak bisa serta merta dikelola oleh sembarangan," papar HBS.

Ia menilai, janji Rp300 juta per RW adalah sebuah celah membuka peluang para tetua wilayah tersandung masalah hukum pidana.

"Jangan sampai nanti ada Ketua RW yang tersandung masalah hukum karena menerima anggaran ratusan juta tapi tidak mengerti peruntukannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Calon Walikota Depok, Supian Suri, berjanji akan mengatasi masalah kemacetan di Jalan Raya Sawangan yang sudah sangat sering dikeluhkan warga. 

Supian Suri yang berpasangan dengan mantan Caleg PDIP Dapil Cisari dengan suara ratusan tersebut menyampaikan janjinya ketika melakukan dialog dengan warga Sawangan.

“Saya dan Chandra Rahmansyah (cawalkot) berkomitmen untuk menuntaskan masalah kemacetan di Jalan Raya Sawangan, sebagai prioritas utama jika terpilih di Pilkada Depok 2024,” ujar Supian dikutip dari Instagram pribadinya @bangsupians.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya