Berita

Foto: SCMP

Bisnis

Pertumbuhan ASEAN+3 Diprediksi Melemah

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 01:20 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk negara-negara ASEAN plus Tiongkok dan Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan diperkirakan mengalami pelemahan dari 4,4 persen menjadi 4,2 persen.

Menurut Riset Makroekonomi ASEAN+3 (Amro), seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP), pelemahan terjadi karena penyesuaian untuk Tiongkok dan Vietnam.

Lembaga peneliti yang berbasis di Singapura tersebut merevisi ekspektasi pertumbuhan ekonomi 2024 untuk Tiongkok dari 5,3 persen menjadi 5 persen dan untuk Vietnam dari 6,3 persen menjadi 6,2 persen. Revisi ini disampaikan dalam laporan “Prospek Ekonomi Regional ASEAN+3 (AREO)” yang dirilis pekan lalu.


Sementara itu, ASEAN  diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,7 persen pada tahun 2024, dan tiga negara lainnya di luar ASEAN diproyeksikan hanya tumbuh sebesar 4,1 persen secara keseluruhan.

“Pertumbuhan kawasan ini akan didorong oleh pemulihan berkelanjutan dalam perdagangan luar negeri, permintaan domestik yang tangguh, dan peningkatan pariwisata karena kebijakan visa yang longgar di beberapa negara,” kata laporan itu.

Namun, sementara pertumbuhan Tiongkok pada paruh pertama tahun ini menempatkannya di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan produk domestik bruto tahunannya sebesar “sekitar 5 persen”, laporan itu juga mencatat bahwa pertumbuhan yang lebih lambat pada kuartal kedua telah berkontribusi pada perkiraan yang lebih rendah.

“Faktor-faktor utama termasuk data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari yang diharapkan, pertumbuhan yang lebih lambat di Tiongkok pada kuartal kedua, turbulensi pasar keuangan global pada bulan Agustus, dan dinamika yang berubah dalam pemilihan presiden AS mendatang,” tambah laporan itu.

Bank Pembangunan Asia (ADB) menerbitkan perkiraan terbarunya untuk kawasan tersebut minggu lalu, menurunkan ekspektasi untuk Asia Tenggara dari 4,6 persen menjadi pertumbuhan 4,5 persen pada tahun 2024.

Namun, ekspektasinya untuk pertumbuhan Tiongkok tetap tidak berubah pada 4,8 persen dari prospek bulan April.

Minggu lalu, S&P Global juga memangkas prospek pertumbuhan PDB Tiongkok dari 4,8 persen menjadi 4,6 persen.

Perusahaan ini juga menurunkan perkiraannya untuk kawasan Asia-Pasifik menjadi 4,4 persen untuk tahun 2024 dan 2025.

Pekan lalu, Tiongkok memperkenalkan paket stimulus untuk mendongkrak ekonominya yang tengah berjuang dengan melemahnya permintaan domestik dan tekanan di sektor properti.

Kebijakan tersebut mencakup pemotongan suku bunga acuan dan rasio persyaratan cadangan untuk bank, pengurangan suku bunga hipotek yang belum dibayar bagi pembeli rumah, dan penyuntikan likuiditas ke pasar ekuitas.

Tiongkok diperkirakan akan menerbitkan data ekonominya untuk bulan September dan kuartal ketiga akhir bulan ini.

Perusahaan ini melaporkan pertumbuhan PDB yang lebih baik dari perkiraan sebesar 5,3 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, meskipun ekspansi Tiongkok merosot menjadi 4,7 persen pada kuartal kedua.

Tahun lalu, Tiongkok melaporkan pertumbuhan PDB sebesar 5,2 persen, yang sejalan dengan perkiraan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya