Berita

Wakil Menteri Pertanian Wamentan Sudaryono/Foto: Kementan

Nusantara

Kejar Masa Tanam, Wamentan: Tata Kelola Pupuk Perlu Diperbaiki agar Sampai ke Petani

SABTU, 05 OKTOBER 2024 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketersediaan pupuk bersubsidi dalam kondisi yang aman untuk masa tanam dan produksi di bulan Oktober 2024. 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan situasi tersebut untuk menyiapkan pasokan pangan.

"Saya ingin memastikan pupuk yang disubsidi Pemerintah betul-betul sampai ke petani karena Oktober ini harus kita dorong percepatan tanamnya agar di bulan Januari nanti kita sudah bisa panen," kata Wamentan di sela meninjau percepatan tanam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dikutip Sabtu (5/10).


Pemerintah telah mengalokasikan 9,5 juta ton tambahan pupuk subsidi atau naik 100 persen dari yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton. Meski begitu, Wamentan tidak merinci jumlah pupuk bersubsidi yang telah disalurkan hingga saat ini.

Ia mengakui, ada permasalahan pupuk tapi yang terkait dengan distribusi. 

"Karena itu kami turun langsung ke lapangan," ujarnya. 

Ia menuturkan bahwa ke depan, sistem dan tata kelola pupuk harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Dia tidak ingin petani yang tengah bersemangat produksi malah lesu akibat kurangnya pupuk subsidi.

Ia berjanji akan menyelesaikan persoalan distribusi pupuk. Tata kelola pupuknya, menurutnya, harus segera diperbaiki agar distribusinya itu betul-betul sampai ke petani.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya