Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Timur Tengah Mendidih, Harga Minyak Dunia Capai Rekor Tertinggi

SABTU, 05 OKTOBER 2024 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Situasi yang terus memanas di Timur Tengah semakin mengerek harga minyak dan ditutup dengan kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 43 sen atau 0,6 persen dan ditutup pada 78,05 Dolar AS per barel pada Jumat (4/10) waktu setempat, atau Sabtu (5/10) WIB. 

Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 67 sen atau 0,9 persen dan ditutup pada 74,38 Dolar AS per barel.


Naiknya harga minyak datang setelah Israel bersumpah akan menyerang Iran karena meluncurkan serangkaian rudal ke Israel pada hari Selasa setelah negara Yahudi membunuh pemimpin Hizbullah yang didukung Iran seminggu yang lalu. 

Peristiwa tersebut membuat analis minyak memperingatkan klien tentang kemungkinan konsekuensi perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Harga minyak melonjak hampir 2 persen selama sesi tersebut tetapi turun tajam setelah Presiden AS joe Biden mengatakan bahwa jika dia berada di posisi Israel, dia akan mempertimbangkan alternatif selain menyerang ladang minyak Iran.

Pada Kamis, harga minyak mentah melonjak lebih dari 5 persen setelah Biden mengonfirmasi bahwa AS sedang berunding dengan Israel mengenai apakah Israel akan mendukung serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Secara mingguan, minyak mentah Brent naik lebih dari 8 persen, tertinggi dalam seminggu sejak Januari 2023. WTI naik 9,1 persen dari minggu ke minggu, tertinggi sejak Maret 2023.

"Serangan terhadap fasilitas energi Iran bukanlah tindakan yang disukai Israel," tulis analis komoditas JPMorgan pada hari Jumat, seperti dikutip dari, Sabtu (5/10).

"Namun, rendahnya persediaan minyak global menunjukkan bahwa harga akan naik hingga konflik tersebut terselesaikan," imbuh mereka.

Mengutip data dari layanan pelacakan kapal Kpler, mereka mengatakan bahwa persediaan berada di bawah level tahun lalu ketika Brent diperdagangkan pada 92 dolar AS dan pada 4,4 miliar barel merupakan yang terendah yang pernah tercatat.

Pialang StoneX memperkirakan harga minyak dapat melonjak antara 3-5 dolar AS per barel jika infrastruktur minyak Iran menjadi sasaran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya