Berita

Petani garam di Demak/RMOLJateng

Nusantara

Harga Jual Anjlok, Petani Garam di Demak Makin Geram

SABTU, 05 OKTOBER 2024 | 05:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

RMOl. Petani garam Demak menghadapi tantangan harga jual garam produksi di pasaran murah serta sulit mendapatkan pasar sampai ke luar daerah. 

Padahal, kualitas garam asal Demak tak kalah dibandingkan hasil daerah-daerah lainnya. 

Keluhan ini menjadi kendala merugikan para petani garam. Salah satunya Abdul Salam, petani tambak garam asal Desa Tedunan, Wedung. 


Menurutnya, jika harga jual murah biaya produksi dan keuntungan didapatkan jauh sehingga petani rugi.

Dalam menjual pun dirasa sulit, garam Demak sering dipandang kualitasnya jelek dan tidak laku di luar daerah.
 
"Ya, mau gimana? Jualnya akhirnya cuma di daerah-daerah Demak saja. Di Jepara tetangga atau Kudus istilahnya cuma nyebrang, kita nggak dapat apa-apa. Yang laku garam krosok dari Rembang, padahal kualitasnya biasa saja. Tetapi, kita sekarang coba menawarkan online mayan," tutur Abdul dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu (5/10).

Tantangan bagi para petani garam akan semakin berat waktu musim penghujan tiba. Saat-saat seperti sekarang, petani garam kudu pintar-pintar mengatur produksi demi produksi jalan terus tanpa terhambat musim hujan.  Alhasil produksi dikebut. Demi tuntutan stok garam siap selama musim penghujan, para petani mesti kerja keras memproduksi besar-besaran agar stok tersedia cukup serta tinggal menjual saja. 

Abdul Salam melanjutkan ceritanya, pengen seandainya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Dengan keterbatasan dihadapi, ia berharap, nasib petani garam terangkat jika pemerintah dapat membantu memberikan pendampingan maupun bantuan demi kelangsungan hidup dan masa depan produksi usaha mereka. 

"Mbok menawi (kalau mungkin-red) pemerintah membantu memperkenalkan garam Demak kita sangat senang sekali. Harapan kami, produksi kita laris manis laku dimana-mana. Kami akui sulit terutama dalam memasarkan, kita selalu kalah dengan produk-produk daerah lain. Harga juga berbeda jauh, garam-garam daerah lain lebih mahal ya laku. Sementara kita harganya murah nggak laku," cerita Abdul sambil menceritakan keinginannya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya