Berita

BPKH Limited saat peluncuran Bumbu Kampoeng dalam acara Expo Amazing Indonesia yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi/Ist

Bisnis

BPKH Limited Luncurkan Bumbu Kampoeng untuk Jemaah Haji dan Umrah

JUMAT, 04 OKTOBER 2024 | 11:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

BPKH Limited resmi meluncurkan produk bumbu masakan khas Indonesia dengan merek "Bumbu Kampoeng" untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah Indonesia. 

Peluncuran ini dilakukan dalam acara Expo Amazing Indonesia yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.

Bumbu Kampoeng sendiri terdiri dari 14 varian bumbu khas Indonesia di antaranya rendang, gulai, semur, opor, hingga sambal balado.


Seluruh produk bumbu tersebut diproduksi di Indonesia oleh berbagai perusahaan dari berbagai daerah yang kemudian dikurasi bersama BPKH Limited, sehingga dijamin memenuhi kriteria yang dipersyaratkan regulasi Arab Saudi, termasuk standar halal dan Saudi Food & Drugs Authority (SFDA).

Dalam proses seleksi produk bumbu ini, BPKH Limited difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah.

“Suatu kehormatan bagi kami dapat berperan sebagai agregator dan kolaborator beragam elemen bangsa untuk dapat membawa produk asli tanah air ke tanah suci. Bumbu Kampoeng adalah merek bersama untuk bumbu yang berasal dari Indonesia yang dapat mengobati kerinduan pada kampung halaman bagi jemaah haji dan umrah serta WNI muqimin di Arab Saudi,”kata Kepala BPKH Limited, Sidiq Haryono, saat peluncuran di Jeddah pada Kamis (3/10).

Pada musim haji 2024, BPKH Limited telah mengirimkan 76 ton bumbu masakan Indonesia untuk 78 perusahaan catering yang melayani jemaah haji di Mekkah dan Madinah. 

Ke depan, produk Bumbu Kampoeng juga akan dipasarkan di luar musim haji, khususnya untuk jemaah umrah dan restoran-restoran Indonesia di Arab Saudi.

Melihat proyeksi kebutuhan bumbu yang akan mencapai lebih dari 300 ton, BPKH Limited juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas produk, serta memastikan harga yang terjangkau dengan cita rasa otentik Indonesia. 

"Kami berharap dapat melayani jemaah haji dan umrah lebih baik dan menyumbangkan nilai manfaat bagi keuangan haji yang akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan jemaah haji Indonesia,” pungkas Sidiq.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya