Berita

Ilustrasi/Tangkapan layar RMOL

Dunia

Rusia Desak Warganya di Israel Segera Pulang

JUMAT, 04 OKTOBER 2024 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menimbang situasi yang semakin tidak kondusif, Duta Besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov, mendesak warga Rusia untuk segera meninggalkan negara Yahudi itu.

Berbicara kepada kantor berita TASS pada Kamis (3/10), Viktorov menyatakan kekhawatirannya tentang peningkatan eskalasi di Timur Tengah. 

"Kami menyarankan mereka yang saat ini berada di Israel untuk mempertimbangkan meninggalkan negara itu selagi masih ada penerbangan reguler, termasuk maskapai nasional Israel El Al," kata  Viktorov.


Ia juga mendesak warga negara Rusia untuk mempertimbangkan risiko bagi nyawa dan kesehatan mereka sebelum membuat keputusan untuk bepergian ke Israel. 

"Situasi di Israel dan negara-negara tetangga sangat genting," tegasnya.

Beberapa maskapai penerbangan Rusia membatalkan penerbangan di atas Israel, Iran, dan Irak awal minggu ini sesuai dengan rekomendasi dari badan penerbangan sipil Rusia. 

Serangan rudal Iran menyebabkan pesawat tujuan Doha yang membawa wakil perdana menteri Rusia berbalik arah di tengah penerbangan dan kembali ke Rusia pada Rabu. 

Moskow menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan ke Israel segera setelah perang antara negara Yahudi dan Hamas pecah pada Oktober 2023.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya