Berita

Bobby Nasution di Mandailing Natal/Ist

Politik

Pilgub Sumut 2024

Memprihatinkan, Bobby Kampanye Seolah Punya Kapasitas Seperti Presiden

KAMIS, 03 OKTOBER 2024 | 21:02 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Hal memprihatinkan dilakukan oleh calon Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat berkampanye di Mandailing Natal. Sebab, dalam kampanye itu, menantu presiden Jokowi tersebut membahas soal masalah jalan.

Keprihatinan ini disampaikan oleh juru bicara pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala yang menilai, Bobby Nasution memposisikan diri setara presiden terkait kemampuan dalam memperbaiki jalan.

Menurutnya pernyataan Bobby yang menyebut kepala daerah harusnya tidak melempar tanggung jawab soal perbaikan jalan seolah ingin menegaskan bahwa dirinya dapat melakukan semua hal seperti mengambil alih perbaikan tiga ruas jalan provinsi seperti yang dilakukannya di kota Medan yakni mengaspal Jalan Setia Budi- Simpang Selayang, Jalan Marelan Raya, dan Jalan T. B. Simatupang. 


Hal ini seperti pengambil alihan kewenangan memperbaiki jalan Liang Melas Datas, Kabupaten Karo dan Jalan Lintas Gunting Saga- Tanjung Ledong, di Kabupaten Labuhan Batu Utara. 

“Kedua ruas jalan kabupaten tersebut diperbaiki Kementerian PUPR atas perintah Presiden Jokowi, setelah viral di media sosial. Bobby harus paham, pilkada harus menghasilkan pemenang sesuai aturan, bukan superman yang dapat melampaui batas- batas kewenangannya hanya karena dirinya anak, menantu, atau cucu dari orang tertentu,” kata Sutrisno, Kamis (3/10).

Sutrisno juga mengkritik pernyataan Bobby yang membandingkan APBD Sumut dengan APBD Medan. Bobby menyebut APBD Sumut sekitar 14 triliun. Setengahnya (7 triliun) digunakan untuk belanja pegawai, sisanya 7 triliun selama 5 tahun (35 triliun) seharusnya dapat digunakan memperbaiki jalan di Sumut. 

“Meski tidak “apple to apple” untuk diperbandingkan, Bobby menyebut dirinya mampu memperbaiki jalan dengan panjang 3.200 KM di Medan. Bobby percaya diri menyebut dalam 3 tahun (12 triliun) dapat memperbaiki seluruh jalan di kota Medan,” ujarnya.
 
Menurut Sutrisno yang juga mantan anggota DPRD Sumut ini, Bobby sama sekali tidak paham, hingga menyebut angka 35 triliun selama 5 tahun seharusnya dapat menyelesaikan persoalan jalan. Padahal APBD Sumut tidak hanya untuk perbaikan jalan, namun juga untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, dll. Bobby pun tidak mengerti bahwa ada APBD Sumut yang diserahkan kepada kabupaten/ kota, termasuk ke Pemko Medan. Program/kegiatan yang bersumber dari APBD Sumut direalisasikan di kabupaten/kota sebagai basis otonomi daerah, termasuk kota Medan.

Atas kondisi itu, Sutrisno mengingatkan agar kedepannya Bobby menjadikan kampanye sebagai wadah sosialisasi gagasan, ide, dan program politik. Selain untuk meraih simpati warga, seharusnya dijadikan sebagai sarana edukasi politik. Cagubsu harus menunjukkan kecakapannya dalam menguasai berbagai aturan tentang Pemerintah Daerah. 

Pada sisi lain, Cagubsu harus memahami aturan tentang pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Cagubsu mestinya juga paham bahwa persoalan jalan hanya salah satu tugas pemerintah, bukan satu- satunya.
 

“Saran saya, bahwa Pilgubsu 2024 menjadi Pilkada pertama dalam sejarah Indonesia yang kontestannya adalah menantu presiden aktif. Jangan muncul Cagubsu yang merasa dapat menjanjikan semua hal layaknya Capres,” ungkapnya.
 
Saran lainnya kata Sutrisno, bahwa kampanye Pilkada bukan sarana “show of force” yang mengakibatkan Cagub boleh menyajikan data dan informasi yang tidak akurat. 

“Maka setiap calon kepala/ wakil kepala daerah wajib membaca UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengatur kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Perbanyak ide dan gagasan, bukan sekedar gimik,” demikian Sutrisno Pangaribuan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya