Berita

Sekjen Partai Golkar Sarmuji/RMOL

Politik

Tak Dapat Ketua MPR, Golkar Legowo Demi Urusan Negara

RABU, 02 OKTOBER 2024 | 15:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Golkar tampak legowo tidak mendapatkan kursi Ketua MPR. 

Partai Golkar menjadi partai politik terbesar kedua dengan perolehan suara 102 atau sebesar 18 persen. Golkar seharusnya mendapatkan kursi Ketua MPR.

Menyikapi hal tersebut, Sekjen Partai Golkar Sarmuji menuturkan Golkar sepenuhnya bakal mengedepankan urusan negara.


"Ini urusan negara ya urusan negara, itu bukan rela enggak rela, tapi urusan ini kita mencari solusi terbaik untuk negara kita," kata Sarmuji di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (2/10).

Sarmuji mengatakan bahwa apapun yang dihasilkan nanti lewat permusyawaratan rakyat akan diterima oleh Golkar.

"Jadi kalau kita sudah bicara nasionalisme tentang negara kita pasti ingin yang terbaik yang dihasilkan permusyawaratan itu," ujarnya.

Disinggung mengenai tradisi politik di MPR yang bakal menduduki kursi ketua adalah partai terbesar kedua, Sarmuji menyampaikan jawabannya secara normatif.

Namun, ia menekankan bahwa proses pemilihan ketua MPR dilaksanakan secara musyawarah.

"Sebenarnya disebut tradisi itu sesuatu yang berulang kembali terjadi. Karena ini kan sebenarnya belum bisa disebut tradisi juga baru beberapa kali kan,” jelasnya. 

"Tapi di MPR khusus karena itu musyawarah, jadi karena permusyawaratan jadi dimusyawarahkan dan hasil musyawarah itu bisa sama dengan yang lalu, bisa juga tidak sama dengan yang lalu," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya