Berita

Rudal hipersonik Fattah terbaru buatan Iran/MNA

Dunia

Ini Dia Tiga Jenis Rudal yang Dipakai Iran Serang Israel

RABU, 02 OKTOBER 2024 | 14:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Merespons serangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh Israel terhadap sejumlah tokoh perlawanan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan ratusan rudal ke lokasi militer Israel di wilayah pendudukan Selasa malam (1/10).

Operasi True Promise II tersebut berlangsung beberapa jam. Rekaman yang beredar daring menunjukkan para pemukim yang panik bersembunyi di tempat perlindungan bawah tanah saat rudal menghujani wilayah pendudukan.

Menurut laporan Mehr News Agency, rudal tersebut terdiri dari tiga jenis yakni rudal balistik Ghadr dan Emad, serta rudal hipersonik Fattah terbaru, dengan 90 persen peluncurannya diklaim berhasil mengenai sasaran yang dituju.


Keluarga rudal Ghadr, yang diperkenalkan pada tahun 2005, merupakan varian yang disempurnakan dari rudal balistik jarak menengah Shahab-3, yang telah digunakan oleh pasukan militer Iran sejak tahun 2003.

Ini adalah roket dua tahap dengan tahap pertama berbahan bakar cair dan tahap kedua berbahan bakar padat, diproduksi dalam tiga jenis: Ghadr-S dengan jangkauan 1.350 km, Ghadr-H dengan 1.650 km, dan Ghadr-F dengan 1.950 km.

Rudal Ghadr berukuran panjang antara 15,86 hingga 16,58 meter dan memiliki diameter rangka pesawat 1,25 meter, dengan berat keseluruhan 15 hingga 17,5 ton.

Sementara itu, rudal balistik Emad adalah versi Ghadr yang disempurnakan, dengan pemandu dan akurasi yang ditingkatkan, diuji dan mulai digunakan pada akhir tahun 2015.

Rudal ini memiliki hulu ledak yang dapat bermanuver dengan desain baru dan sirip di dasarnya, yang memungkinkannya untuk diarahkan ke sasaran setelah memasuki kembali atmosfer.

"Rudal ini mampu memandu dan mengendalikan hingga ke titik tumbukan, menjadikannya rudal berpemandu presisi pertama Iran," ungkap sumber pejabat Iran.

Rudal Emad ditenagai oleh bahan bakar cair, memiliki panjang 15,5 meter, massa 1.750 kg, jangkauan 1.700 km, dan CEP 50 meter.

Terakhir ialah rudal hipersonik Fattah-1 diresmikan Juni lalu dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh mendiang Presiden Ebrahim Raisi, kepala IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami, dan komandan kedirgantaraan IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.

Dinamai Fattah yang artinya "pembuka" oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Seyyed Ali Khamenei, rudal ini merupakan roket dua tahap berpemandu presisi yang ditenagai oleh bahan bakar padat.

Dengan jangkauan 1.400 km, Fattah-1 tergolong rudal balistik jarak menengah, yang mampu menargetkan entitas Zionis dari sudut mana pun di Iran barat.

"Kecepatan terminalnya adalah Mach 13 hingga 15 (16.000 hingga 18.500 kilometer per jam), tiga kali lebih cepat dari batas bawah kecepatan hipersonik (Mach 5)," ungkap laporan tersebut.

Sebelum Iran, hanya Rusia, Tiongkok, dan India yang menguasai teknologi untuk memproduksi rudal hipersonik operasional, dengan Korea Utara bergabung kemudian.

Pada bulan November lalu, Iran memperkenalkan model Fattah-2 yang telah disempurnakan. Meskipun tahap pertamanya tetap sama dengan versi awal, tahap kedua memiliki desain hulu ledak yang berbeda.

Pendorong bahan bakar padat Fattah-2 membawa hulu ledak luncur, sehingga menciptakan klasifikasi baru di bidang ini: Hypersonic Cruise Glide Vehicle (HCGV).

Fattah-2 memiliki jangkauan 1.400 km, panjang sekitar 12 meter, dan berat hingga 4.100 kilogram, dengan tahap kedua seberat 500 kg, yang 200 kg di antaranya adalah muatan peledak.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya