Berita

Ilustrasi

Dunia

Tiongkok Membelokkan Sejarah, Taiwan Diminta Masuk PBB Lagi

SELASA, 01 OKTOBER 2024 | 09:55 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pemerintah Taiwan mengecam pidato Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi baru-baru ini di Majelis Umum PBB. Taiwan menilai Beijing "mendistorsi" Resolusi PBB 2758 tahun 1971 untuk secara keliru mengklaim Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok. 

Central News Agency of Taiwan melaporkan, dalam pidato Yi hari Sabtu (28/9) mengatakan Taiwan pada akhirnya akan kembali ke pelukan ibu pertiwi.  Yi mengklaim bahwa resolusi tersebut, yang disahkan oleh "mayoritas suara yang sangat besar," menyelesaikan "sekali dan untuk selamanya pertanyaan tentang representasi seluruh Tiongkok, termasuk Taiwan." Dia menegaskan bahwa "tidak ada zona abu-abu" dalam masalah ini, dengan menyatakan, "Tidak ada yang namanya dua Tiongkok atau satu Tiongkok-satu Taiwan."

Menanggapi pernyataan itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan bahwa Resolusi 2758 hanya membahas representasi Tiongkok di PBB dan tidak, dengan cara apa pun, menentukan status Taiwan.


Resolusi tersebut, yang disahkan selama Sidang Umum PBB ke-26, menyebabkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengambil alih kursi PBB yang sebelumnya dipegang oleh Republik Tiongkok (ROC), yang memerintah Taiwan. Resolusi tersebut tidak menyebutkan Taiwan atau ROC secara langsung, sehingga status politik Taiwan tidak terselesaikan.

"Taiwan adalah negara yang berdaulat dan merdeka," kata Kemlu Taiwan, seraya menambahkan bahwa baik Taiwan maupun RRT tidak tunduk pada yang lain.

Kemlu Taiwan juga menuduh Beijing menyesatkan masyarakat internasional untuk memajukan ambisi teritorialnya, termasuk potensi invasi bersenjata ke Taiwan.

Menurut laporan tersebut, Kemlu Taiwan mendesak negara-negara besar dunia untuk menentang upaya Tiongkok yang terus-menerus untuk memutarbalikkan fakta sejarah dan memperingatkan tentang pengaruh Beijing yang semakin besar dalam badan-badan internasional seperti PBB, yang telah mengecualikan Taiwan sejak 1971.

Mendukung Taiwan, Menteri Luar Negeri Belize Francis Fonseca juga berbicara di Majelis Umum, menyerukan agar Taiwan segera dimasukkan dalam sistem PBB.

"Taiwan adalah negara yang menganut demokrasi, pembangunan, dan inovasi," kata Fonseca, yang menyoroti peran penting Taiwan dalam mengatasi tantangan global.

Taiwan terus menggalang dukungan internasional untuk menentang sikap agresif Tiongkok, menyerukan bantahan tepat waktu terhadap manuver hukum dan politik Beijing yang bertujuan untuk mengisolasi Taiwan dari panggung global.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya