Berita

Ilustrasi Foto/Ist

Bisnis

Telkom Bantu Optimalkan Komunikasi Publik Bapenda Jabar

SENIN, 30 SEPTEMBER 2024 | 23:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

OCA Indonesia, sebuah solusi digital komprehensif dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang telah terbukti mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik dan mendapatkan respons positif dari masyarakat, diadopsi oleh Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat (Bapenda Jabar), sebagai badan yang bertanggung jawab atas pengelolaan pendapatan daerah untuk memastikan informasi dan layanan terkait pajak daerah disampaikan dengan tepat dan cepat kepada masyarakat. 

Hal ini untuk menjawab tantangan di era saat ini, di mana komunikasi yang disampaikan kepada publik dituntut  lebih transparan dan faktual, agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.

Sebelum menggunakan OCA Interaction dari OCA Indonesia, Bapenda Jabar sering kali mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan aduan dan pertanyaan dari masyarakat dengan 34 Samsat di wilayahnya. Koordinasi yang sebelumnya dilakukan secara manual tidak hanya memakan waktu yang lama, tetapi juga berisiko mengurangi kepuasan masyarakat terhadap layanan publik yang diberikan.


OCA Interaction memungkinkan Bapenda Jabar untuk mengintegrasikan dan mendistribusikan aduan serta pertanyaan dari masyarakat secara efisien ke Samsat terkait. Dengan platform ini, setiap pertanyaan terkait pajak dapat segera direspons, guna memastikan bahwa layanan yang diberikan tetap optimal dan tepat waktu.

“Sebagai lokomotif percepatan digitalisasi nasional, Telkom berkomitmen untuk menyediakan solusi dalam penggunaan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Salah satunya OCA Indonesia yang digunakan oleh Bapenda Jabar untuk optimalkan komunikasi kepada publik. Selain menciptakan pelayanan transparan dan penyampaian informasi yang faktual, pemanfaatan OCA Indonesia juga bisa meningkatkan kepuasan masyarakat dan mengakselerasi pendapatan dari pajak daerah Jawa Barat,” ujar EVP Digital Business and Technology Telkom Komang Budi Aryasa dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (30/9).

Bapenda Jabar juga mengimplementasikan chatbot WhatsApp dari OCA, yang memungkinkan pertanyaan maupun aduan dari masyarakat dijawab secara otomatis dan cepat. Dengan teknologi ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait pajak daerah dengan lebih mudah dan transparan, sementara Bapenda Jabar dapat menanggapi keluhan publik dengan lebih efisien.

Chatbot WhatsApp dari OCA Indonesia juga memainkan peran penting dalam menyebarluaskan informasi tentang program-program Bapenda Jabar seperti pemutihan pajak, yang menjadi salah satu strategi untuk mendorong pencapaian target pendapatan daerah. 

Penggunaan teknologi ini tidak hanya membantu Bapenda Jabar dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap transparansi dan efektivitas layanan pemerintah daerah.

Sejak menggunakan OCA Indonesia sebagai platform komunikasi digital, Bapenda Jabar mencatatkan peningkatan signifikan dalam penyebaran informasi melalui WhatsApp. Pada Desember 2022, jumlah pesan yang disebarkan lebih dari 680 ribu pesan, dan melonjak menjadi hampir 1,1 juta pesan pada Juni 2024. 

Hal ini mencerminkan peningkatan lebih dari 55 persen dalam upaya penyebaran informasi. Kemudian selama Bulan Sadar Pajak di tahun 2024, WhatsApp blast yang disebarkan Bapenda Jabar dengan bantuan OCA Indonesia, mencapai lebih dari 780 ribu pesan dan menghasilkan pembayaran pajak lebih dari Rp104 miliar.

Dengan dukungan OCA Indonesia, Bapenda Jabar berhasil meningkatkan efisiensi komunikasi kepada masyarakat, khususnya dalam penyampaian informasi perpajakan secara cepat dan akurat.

Solusi digital dari OCA Indonesia tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung Bapenda Jabar menjadi institusi publik yang modern lewat pengurangan penggunaan kertas yang bermanfaat bagi keberlanjutan lingkungan. Integrasi OCA Interaction dan chatbot WhatsApp memungkinkan Bapenda Jabar untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat secara lebih terbuka, cepat, dan akurat, sekaligus menjadi langkah penting dalam transformasi digital pelayanan publik yang berkelanjutan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya