Berita

ilustrasi/Net

Bisnis

Laba Bersih Naik 2 Kali Lipat, Ini Bisnis Andalan ASSA

SENIN, 30 SEPTEMBER 2024 | 12:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membukukan kinerja positif di enam bulan pertama tahun ini sekaligus  menargetkan peningkatan laba bersih double digit di paruh kedua 2024. 

Target ini selaras dengan kinerja di Semester I-2024 yang mencatatkan kenaikan signifikan.

Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp128,4 miliar di semester pertama tahun ini, meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 


Lonjakan laba bersih tersebut merupakan buah dari disiplin pengelolaan biaya yang ketat sehingga meningkatkan efisiensi kerja Perseroan dan pertumbuhan dari seluruh 3 pilar bisnis utamanya.

Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan, perseroan memiliki tiga sektor bisnis yang menjadi tumpuan untuk pendapatan, yakni sewa atau rental kendaraan korporasi lewat ASSA Rent, logistik value chain lewat Anteraja, dan ekosistem kendaraan bekas lewat anak usaha, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) dengan merek JBA dan Caroline.id.

"Bisnis rental masih memberi kontribusi paling besar yakni 39 persen," kata Prodjo dalam keterangannya dikutip Senin (29/9). 

Semakin hari, perpindahan barang atau kebutuhan dapat dilakukan dalam kurun waktu yang semakin cepat. 

"Kami melihat industri logistik tidak akan redup, justru akan semakin memiliki peluang cerah ke depannya untuk menjadi solusi paling terintegrasi dan membantu banyak perusahaan dalam pengiriman barang yang paling efisien," katanya. 

Oleh karenanya, ASSA telah bersiap untuk menjadi pemain logistik terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia dengan terus melengkapi ekosistem bisnis logistik yang dimiliki sehingga dapat memenuhi kebutuhan semakin banyak pelanggan.

Untuk itu, Perseroan telah menyiapkan total capex sebesar Rp1,5 triliun, dimana hingga Juni 2024, ASSA telah menggunakan belanja modal sebesar Rp577,6 miliar. Sebagian dana capex tersebut digunakan untuk menambah armada unit bisnis logistik, guna meningkatkan daya jangkau jaringannya.

Pada Januari-Juni 2024, ASSA telah membukukan pendapatan Rp2,4 triliun, dimana unit usaha logistik yang merupakan salah satu fokus bisnis Perseroan yang terus ditingkatkan telah berkontribusi sebesar 6 persen terhadap total pendapatan. 

Di sisi lain, bisnis rental masih memberi kontribusi paling besar yakni 39 persen, disusul express melalui Anteraja sebesar 31 persen, penjualan kendaraan bekas dan lelang sebesar 23 persen, dan 1 persen untuk bisnis lainnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya