Berita

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Bakrie dalam acara IKA Unpad di Jakarta/RMOL

Politik

Ketum Kadin Ajak IKA Unpad Ciptakan Lapangan Kerja Berbasis Ekonomi Terbarukan

SABTU, 28 SEPTEMBER 2024 | 12:36 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tantangan ekonomi Indonesia ke depan tidaklah mudah. Perlu ada penciptaan lapangan pekerjaan baru berbasis ekonomi hijau dan energi terbarukan.

Pesan itulah yang disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Bakrie saat jadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema Tantangan dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi 2024-2029 sebagai rangkaian pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) periode 2024-2028 di Aula Kantor Pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jakarta Selatan, Sabtu (28/9).

"Saya kerap diskusi dengan anak muda, lagi-lagi persoalan lapangan pekerjaan jadi topik pembicaraan. Maka itu perlu penciptaan lapangan pekerjaan baru berbasis ekonomi hijau, ekonomi biru, dan lainnya," tegas Anin, sapaan Anindya.


Itu sebabnya, Anin mengajak seluruh stakeholder, baik dari pihak pemerintah maupun swasta untuk bahu-membahu mengantisipasi persoalan perekonomian yang ada.

Salah satunya menggandeng pihak-pihak daerah untuk maju bersama dalam mengatasi persoalan perekonomian.

"Teman-teman IKA Unpad di sini ada Kadin Sulbar, Sumbar, Kaltara, NTB, mereka datang ke sini ingin mendengarkan bagaimana teman-teman di daerah bisa naik kelas untuk bantu program pemerintah. Majunya tidak sendiri-sendiri, tapi bersama, itulah Kadin," tegas Anin.

Anin pun mengajak para IKA Unpad bergabung dengan Kadin dalam mengatasi persoalan ekonomi Indonesia ke depan.

"Buat teman-teman IKA Unpad kami undang bapak-bapak, ibu-ibu bergabung bersama Kadin dan dalam UU Kadin ditulis bukan hanya pemerintah, tapi juga ada pihak swasta bahkan koperasi," pungkas Anin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya