Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Bapak Infrastruktur Indonesia

SABTU, 28 SEPTEMBER 2024 | 07:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Predikat bapak pembangunan layak disematkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan mengakhiri jabatannya pada Oktober 2024 mendatang.

“Beliau adalah bapak infrastruktur Indonesia. APBN kita ini sekitar lebih dari Rp400 triliun sampai Rp500 triliun per tahun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur,” kata Gurubesar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Pembangunan infrastruktur jadi fokus Presiden Jokowi selama 10 tahun memerintah. Pembangunan ini dinilai telah memberikan multiplier effect positif bagi perekonomian dan masyarakat hingga ke pelosok negeri, termasuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).


“Pembangunannya cukup signifikan. Beliau juga sangat menekankan pentingnya infrastruktur untuk di daerah 3T. Nah ini yang perlu kita apresiasi ya selama 10 tahun ini,” jelasnya.

Upaya pembangunan infrastruktur ini, kata dia, terbukti telah memperlancar konektivitas, layanan dasar, serta distribusi pangan.

“Membangun daerah terluar tentu ada cost secara visibility of economy itu belum tentu itu visible, tetapi secara sosial dampaknya akan mengurangi ketimpangan di daerah 3T," sambungnya.

Salah satu yang ia soroti adalah infrastruktur konektivitas udara.

Selama satu dekade, Indonesia memperluas jaringan bandara baru, melakukan rehabilitasi dan pengembangan bandara, hingga menyelenggarakan angkutan udara perintis untuk mendukung konektivitas dan mengurangi disparitas harga kebutuhan masyarakat di daerah 3T.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya