Berita

Politikus senior Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus/RMOL

Politik

Golkar Masih Belum Tahu Jumlah Jatah Menteri dari Prabowo

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2024 | 17:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar belum mengetahui berapa pasti kursi menteri yang akan didapatkan dalam kabinet Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto. 

Hal itu disampaikan oleh politikus senior Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus, ketika ditanya terkait peluang partainya mendapatkan jatah posisi di pemerintahan mendatang.

“Loh, kita nggak tahu itu. Saya bilang, lagi cerita-cerita, kita tunggu aja. Karena DPR juga kita masih nunggu,” ujar Lodewijk kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (27/9).


Lodewijk menjelaskan bahwa pembagian jatah menteri biasanya memperhitungkan beban kerja kementerian yang akan diemban. 

Menurutnya, proporsionalitas pembagian kursi di kabinet juga akan disesuaikan dengan jumlah komisi di DPR, serta lembaga-lembaga yang berada di bawah koordinasi kementerian tertentu.

“Gini, umpamanya katakan Kominfo, kan ada lembaga penyiaran, ada TVRI, banyak, kalau itu juga kita hitung artinya satu AKD (Alat Kelengkapan Dewan) dapat berapa beban. Nah, itu dihitung ada seperti itu. Ada yang dapat beban ringan, itu yang kita katakan menunggu,” jelas Wakil Ketua DPR ini.

Mantan Sekjen Partai Golkar ini menambahkan, susunan kabinet nantinya akan dibentuk secara proporsional berdasarkan beban yang sesuai. Pembagian ini juga bisa mempengaruhi struktur komisi di DPR, sehingga tidak ada komisi yang terlalu gemuk atau bebannya terlalu besar.

“Itu yang kita katakan menunggu, DPR menunggu. Kemudian akan menyusun secara proporsional dengan beban yang sesuai kira-kira, ‘oh ini masuk ke komisi berapa’, pada giliran kita ternyata komisinya kok masih gemuk? Apa bebannya terlalu banyak? ah itu lah mungkin temen-temen tahu akan ada penyesuaian dari jumlah komisi. Itu karena itu,” tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya