Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Bertemu Dubes Uni Eropa, Menko Airlangga Singgung Penyelesaian I-EU CEPA

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2024 | 14:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komitmen Indonesia dalam menyelesaikan perjanjian dagang bilateral dengan negara-negara Uni Eropa kian menguat usai pertemuan para dutabesar yang berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Rabu kemarin (25/9).

Salah satu yang menjadi fokus dalam pertemuan tersebut adalah penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).

“Penyelesaian I-EU CEPA dapat membawa peluang perdagangan dan investasi yang akan berdampak potensial pada GDP (gross domestic product) riil kedua pihak. Diperkirakan, tumbuh senilai 5,2 miliar Euro untuk Indonesia dan 3,1 miliar Euro untuk Uni Eropa pada tahun 2032 apabila negosiasi dapat diselesaikan,” tegas Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Kamis (26/9).


Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga juga menyinggung komitmen Uni Eropa untuk menyelesaikan perundingan yang sudah berjalan selama 9 tahun ini. Komitmen ini juga telah disepakati antara Presiden Jokowi dan Presiden Von der Leyen meski hingga kini belum terimplementasikan.

Menko Airlangga menegaskan, Indonesia dapat mengambil keputusan mempertimbangkan kembali perundingan tersebut. Hal tersebut penting karena Uni Eropa merupakan salah satu mitra ekonomi strategis Indonesia.

Uni Eropa menduduki posisi lima besar mitra dagang terbesar Indonesia. Pada tahun 2023, total perdagangan kedua negara mencapai nilai 30,77 miliar Dolar AS, di mana Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan di angka 2,5 miliar Dolar AS.

Capaian tersebut memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia-Uni Eropa dalam lima tahun terakhir dengan total nilai surplus perdagangan mencapai 23,95 miliar Dolar AS.

Sementara itu, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan bahwa Indonesia telah mengambil langkah luar biasa untuk mencari landing zone yang bisa diterima kedua pihak, terutama pada hal-hal yang menjadi concern untuk mendapatkan penyelesaian konkret.

Hal ini sejalan arahan Presiden Joko Widodo untuk dapat menuntaskan perundingan sebelum pergantian pemerintahan di Indonesia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya