Berita

Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis DJBC M. Aflah Farobi dalam Media Gathering APBN 2025: Stabilitas, Inklusivitas, Keberlanjutan di Anyer, Serang, Banten, Kamis (26/9)/RMOL

Bisnis

Kemenkeu Bidik Setoran Cukai Minuman Manis Kemasan Rp3,8 T, Turun Hingga 11,63 Persen

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2024 | 14:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Target penerimaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) untuk tahun fiskal 2025 dipatok sebesar Rp3,8 triliun, atau turun 11,63 persen dari tahun ini.

Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis DJBC M. Aflah Farobi mengakui, target penerimaan cukai MBDK tahun depan lebih rendah dari target 2024 sebesar Rp4,3 triliun. 

"Cukai MBDK memang di tahun ini di APBN dicantumkan targetnya adalah Rp4,3 triliun. Di tahun 2025 itu dicantumkan targetnya Rp3,8 triliun," ujarnya dalam Media Gathering APBN 2025: Stabilitas, Inklusivitas, Keberlanjutan di Anyer, Serang, Banten, Kamis (26/9).


Menurut Aflah, target setoran cukai MBDK yang turun itu karena mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini setelah berdiskusi dengan DPR RI mengenai pengenaan cukai MBDK.

"Kenapa kok lebih rendah, kemarin kami setelah berdiskusi dengan DPR melihat penerapan cukai MBDK ini tentunya harus dikaji sesuai perkembangan perekonomian," kata Aflah.

Sebagai informasi,  target penerimaan cukai MBDK tahun ini dan tahun 2025, belum dimuat dalam dokumen resmi atau regulasi tertulis. Rincian target tersebutsecara spesifik baru akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Sampai saat ini, pembicaraan mengenai cukai MBDK masih berlangsung. Untuk itu, Aflah mengaku belum bisa memastikan besaran tarif cukai MBDK tahun depan lantaran masih melakukan pengkajian. 

Dalam hal ini, jenis-jenis produk minuman berpemanis dalam kemasan yang akan dikenakan cukai juga belum ditentukan. Menurut Aflah, pihaknya masih mengkaji desain cukai MBDK dan sampai sekarang dan belum ada keputusan resmi mengenai hal tersebut.

"Karena harus dikaji, berapa besaran tarifnya, terus yang kena produk apa," tutur Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis DJBC.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI  sebelumnya sempat menyarankan kepada Kemenkeu untuk menerapkan tarif cukai MBDK sebesar 2,5 persen pada 2025. Kemudian, besaran tarifnya akan naik secara bertahap hingga 20 persen.

Aflah mengatakan, saran dari BAKN tersebut sudah dimasukkan untuk dikaji lebih dalam oleh Kemenkeu. Menurutnya, kebijakan cukai MBDK juga akan menjadi tanggung jawab pemerintahan berikutnya yang dipimpin Prabowo Subianto.

"Tarif 2,5 persen itu masuk dalam bahan kajian kita. Jadi belum kita putuskan, dan ini pengaruh juga nanti bagaimana policy peremintahan baru. Jadi mengenai tarif dan apa yang dikenakan masih intensif kita kaji mendalam," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya