Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Investor Asing Borong Saham Bank Raksasa BBRI-BBCA Usai BI dan The Fed Pangkas Suku Bunga

SENIN, 23 SEPTEMBER 2024 | 12:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejumlah saham perbankan raksasa tercatat menjadi incaran investor asing selama satu pekan terakhir kemarin.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp5,37 triliun di pasar reguler dalam sepekan.

Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada Jumat yang disebabkan oleh koreksi tajam saham perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu, dengan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun hingga auto rejection bawah (ARB) 19,95 persen, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) jatuh 10,56 persen.


Meski demikian, saham-saham perbankan raksasa tetap menjadi favorit investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan net buy asing terbesar, mencapai Rp1,5 triliun. Saham BBRI sendiri naik 3,86 persen sepanjang pekan tersebut.

Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatatkan net buy signifikan sebesar Rp1,2 triliun, dengan kenaikan harga saham sebesar 2,86 persen. Saham BBCA bahkan mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) pada Kamis dan Jumat, yaitu Rp10.900 per saham.

Selain itu, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga menarik minat investor asing dengan net buy mencapai Rp561 miliar, seiring dengan kenaikan harga saham sebesar 5,21 persen dalam sepekan. 

Di sisi lain, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ikut mencatatkan inflow asing sebesar Rp386,1 miliar, atau naik 2,68 persen dalam periode yang sama.

Tak hanya sektor perbankan, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga menarik inflow asing sebesar Rp488,9 miliar, dengan kenaikan harga saham sebesar 3,28 persen dalam sepekan.

Kenaikan ini didorong oleh sejumlah sentimen positif, termasuk langkah pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Indonesia (BI). 

Langkah The Fed dan BI yang serentak memangkas suku bunga acuan ini menjadi katalis positif bagi pasar saham. Pekan kemarin, BI memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) 17-18 September 2024. 

Suku bunga Deposit Facility juga turun menjadi 5,25 persen, sementara suku bunga Lending Facility dipotong menjadi 6,75 persen.

Sementara dalam pekan yang sama, The Fed juga memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen menjadi di kisaran 4,75-5 persen, setelah sempat ditahan selama empat tahun terakhir.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya