Berita

Xpeng P7+/Arena EV

Otomotif

XPeng Ciptakan Mobil AI Pertama di Dunia

SABTU, 21 SEPTEMBER 2024 | 10:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konsep terbaru kendaraan masa depan diperkenalkan produsen Tiongkok XPeng pada Konferensi Apsara 2024 yang digelar baru-baru ini Hangzhou.

CEO He Xiaopeng secara langsung mengendarai prototipe mobil yang dilabeli P7+ tersebut. Menariknya, mobil itu memiliki logo "kendaraan AI pertama di dunia" yang terpampang di sisinya.

Dikutip dari Arena EV, Sabtu (21/9), P7+, yang merupakan evolusi signifikan dari pendahulunya, P7i , memiliki bodi yang lebih besar dan ramping, dengan panjang 5,06 m, lebar 1,94 m, dan tinggi 1,51 m. Dibangun di atas platform SEPA 2.0 inovatif dari XPeng, P7+ menjanjikan efisiensi yang lebih baik.


Salah satu keunggulan utama P7+ adalah sistem penglihatan berbasis kameranya untuk mengemudi secara otonom. Pergeseran dari teknologi LiDAR ini sejalan dengan pendekatan Tesla terhadap Full Self-Driving. Visi XPeng adalah menciptakan kendaraan bertenaga AI yang sesungguhnya, dan P7+ tampaknya merupakan langkah ke arah itu.

P7+ akan tersedia dengan dua pilihan mesin: motor 180 kW (241 tenaga kuda) untuk model dasar dan versi 230 kW (308 tenaga kuda) yang lebih bertenaga. Kedua motor tersebut diproduksi di fasilitas XPeng di Wuhan. Model dasar memiliki berat 1.967 kg, sedangkan versi dengan spesifikasi lebih tinggi memiliki berat 2.073 kg.

Desain P7+ mengadopsi siluet bergaya kupe, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja aerodinamisnya dan mengurangi hambatan. Bagian belakang memiliki desain lampu berbentuk "C" yang unik. P7+ bahkan menyertakan kamera di dalam lampu belakangnya.

Sementara P7+ akan ditenagai oleh baterai lithium iron phosphate (LFP) yang bersumber dari Eve Power, spesifikasi baterai yang terperinci masih dirahasiakan. 

Produksi mobil tersebut akan dilakukan di pabrik XPeng di Guangzhou, dan mobil dijadwalkan akan dirilis pada kuartal keempat tahun 2024.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya