Berita

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Gibran akan Pasang Badan Lindungi Jokowi dari Ancaman Penjara

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 09:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jika resmi berkuasa, Wapres Gibran Rakabuming Raka akan berupaya sekuat melindungi bapaknya, Joko Widodo, dari ancaman penjara buntut kebijakannya yang ugal-ugalan selama memerintah.


Pengamat politik Citra Institute, Efriza melihat beredarnya informasi di lingkaran istana terkait kekhawatiran Jokowi dipenjara merupakan hal yang wajar.

"Jadi carut marut pengelolaan negara di periode terakhir Jokowi sebagai Presiden memang tak bisa dibantah," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Jumat (20/9).

"Jadi carut marut pengelolaan negara di periode terakhir Jokowi sebagai Presiden memang tak bisa dibantah," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Jumat (20/9).

Tetapi, menurutnya, untuk menghukum Jokowi tidak mudah dilakukan. Karena dia memandang Presiden ketujuh RI itu telah memberikan ruang kekuasaan kepada loyalisnya dan juga keluarganya.

"Menyentuh Jokowi untuk diproses hukum rasanya seperti hal yang mustahil. Jadi rakyat hanya menjadi penonton saja, melihat realitas hidup semakin sulit, kesenjangan sosial semakin membesar," tutur Efriza.

"Tetapi, rekan-rekan di pemerintah tetap tak bisa menunjuk aktor negara yang sedang membuat nelangsa negeri ini," sambungnya.

Oleh karena itu, dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) itu meyakini, Jokowi akan dilindungi oleh loyalis dan keluarganya untuk lepas dari jeratan hukum.

"Utamanya Gibran yang akan amat melindungi Presiden Jokowi yang sekaligus ayahnya. Ini semua karena utang budi," demikian Efriza.



Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya