Berita

Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep/RMOL

Politik

Minim Literasi, Kaesang Tak Bisa Bedakan Nebeng dengan Minjam

RABU, 18 SEPTEMBER 2024 | 09:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Literasi atau kemampuan menulis dan membaca Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep dinilai sangat memprihatinkan karena tidak mampu membedakan antara nebeng dengan minjam.

Sindiran tersebut diungkapkan pakar telematika Roy Suryo saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi nasional yang dikutip Rabu (18/9).

"Ya itulah bukti keluarga itu (Presiden Joko Widodo) seperti wawancara Mbak Nana, Najwa Shihab, kepada kakaknya Gibran bahwa keluarga itu sejak kecil nggak pernah diajarin literasi yang benar. Dia nggak bisa bedain antara nebeng sama minjem," kata Roy Suryo.



Diungkap kembali Roy Suryo, jet pribadi yang ditumpangi Kaesang merupakan jet milik Gang Ye, crazy rich asal Singapura pemilik dari Sea Ltd, induk dari perusahaan e-commerce Shopee dan pengembang game Free Fire, Garena. 

Kaesang, kata Roy, bisa saja menggunakan istilah nebeng kalau posisinya ikut serta dalam perjalanan bersama pemilik jet. Namun, jet terbang hanya  dengan manifest seorang pilot, seorang pilot cadangan, seorang kru serta empat orang lainnya termasuk Kaesang sebagai penumpang.  

"Gang Ye tidak ikut. Yang berada di pesawat itu empat orang penumpangnya. Satu Kaesang Pangarep, dua Erina Gudono, tiga kakaknya Erina yang cewek yang ada fotonya dia lagi megang stroller yang harganya Rp21 juta itu. Satu lagi ADC, staf sekaligus pengawalnya mereka," ungkap Roy.

Diketahui, Kaesang Pangarep kurang dari satu jam memberikan klarifikasi terkait dugaan gratifikasi penggunaan pesawat jet pribadi untuk bepergian ke luar negeri di KPK pada Selasa (17/9).

"Jadi hari ini, kedatangan saya ke KPK, sebagai warga negara yang baik. Saya bukan penyelenggara negara, saya bukan pejabat. Saya datang ke sini bukan karena undangan, bukan karena panggilan, tapi inisiatif saya sendiri," kata Kaesang kepada wartawan, Selasa siang (17/9).

Kaesang mengaku sudah memberikan klarifikasi mengenai perjalanannya ke Amerika Serikat pada 18 Agustus 2024 lalu.

"Tadi saya juga di dalam mengklarifikasi mengenai perjalanan saya di tanggal 18 Agustus ke Amerika Serikat, yang numpang atau bahasa bekennya nebeng lah, nebeng pesawatnya teman saya. Nggak ada dan lagi sih. Jadi intinya untuk lebih lanjutnya bisa ditanyakan ke KPK untuk lebih detilnya dan lebih lanjutnya," pungkas Kaesang.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya