Berita

Megawati Soekarnoputri dalam kunjungannya di Rusia/Ist

Dunia

Pendirian Kampus St Peterburg University di Indonesia Semakin Terbuka

SENIN, 16 SEPTEMBER 2024 | 22:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia dan Rusia berpeluang mendirikan kampus bersama di bidang nuklir, metalurgi, kimia, nanoteknologi, bioteknologi. Tim Rusia melalui St.Petersburg University (SPBU) serta dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera membahas detil teknis kerja sama tersebut.

Hal itu terungkap di dalam pembicaraan delegasi Indonesia yang dipimpin Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dengan delegasi SPBU Rusia dipimpin Rektor Prof. Nikolay Kropachev.

Pertemuan dilakukan di kantor Rektor Universitas St. Petersburg pada Senin waktu setempat (16/9).


“Terima kasih banyak sudah mampir. Hari ini hari yang agung dan luar biasa bagi kami. Saya tentu saja mendengar soal ibu dan rekam jejak ibu memperkuat kemampuan Indonesia, Ibu Mega terkenal kokoh dan teguh melindungi kepentingan negara dan bangsa Indonesia,” kata Nikolay memulai pembicaraan.

Nikolay lalu memberi penjelasan panjang tentang rekam jejak kampus tertua di Rusia itu. Ia juga menjelaskan berbagai kerja sama yang sudah dilakukan kampus tersebut dengan berbagai negara di dunia.

Menurutnya, SPBU sudah mendirikan kampus perwakilan di setidaknya 10 negara seperti China, Korea Selatan, Italia, Spanyol, dan Serbia. Bahkan sampai membuka cabang di negara seperti China dan Uzbekistan.

“Kami sangat senang bila ada kesempatan membuka perwakilan atau cabang di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, ada 500-an program studi yang di cover oleh kampus, dan kerja sama bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan Indonesia.

Satu hal lagi, pihak SPBU mendorong agar kerja sama pendidikan juga melibatkan pelaku ekonomi diantara dua negara. Ia mencontohkan, dengan Azerbaijan, kerja sama pembangunan kampus bersama juga didukung oleh pebisnis migas Rusia dan Azerbaijan.

“Satu contoh lagi, di Mesir, sesuai keinginan Mesir, kami buka kedokteran dan IT. Pengajaran dua bahasa yakni Inggris dan Arab, di masa depan kami rencanakan mengajar dengan bahasa Arab saja,” kata Nikolay.

Ia juga mengakui bahwa keinginan mereka membuka kampus bersama di Indonesia, adalah sejalan dengan perintah Presiden Rusia, Vladimir Putin.

“Presiden Putin memberikan perintah, kita harus melihat ke Timur. Bagi kami itu petunjuk,” kata Nikolay.

Menanggapi hal itu, Megawati lantas menjelaskan dirinya hadir juga sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, dengan 8000-an lebih peneliti Indonesia yang berpengalaman. Presiden Kelima RI itu lalu memperkenalkan delegasi yang hadir bersamanya.

“Saya ingin mengenalkan anggota rombongan saya supaya nanti bisa menindaklanjuti perbincangan kerja sama diantara kita,” kata Megawati.

Ia memperkenalkan Bambang Kesowo, yang disebut Megawati sebagai merupakan doktor bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual. Lalu Amarulla Octavian, merupakan mantan Rektor Universitas Pertahanan di Indonesia.

“Keduanya dari BRIN,” kata Megawati.

Lalu memperkenalkan Rila Agristina dari BPIP; Rokhmin Dahuri dari PDIP; dan Ahmad Basarah yang merupakan pimpinan MPR RI.

“Lalu ini menteri pemberdayaan anak dan perempuan, Bintang Puspayoga. Saya ingin tahu bagaimana Rusia menata dan mendidik perempuan dan terutama anak-anak. Dan kalau bicara pariwisata dia adalah orang Bali,” kata Megawati.

Bagi Megawati, pembicaraan lebih mendalam perlu dilakukan sehingga niat baik bisa terlaksana. Yang jelas, ia ingin agar kerja sama itu sejalan dengan 12 suborganisasi di dalam BRIN. 

“Indonesia butuh dibantu dalam proses untuk ilmu-ilmu dasar. Seperti nuklir, metalurgi, kimia, nanoteknologi, bioteknologi. Tentunya itu harus lebih didetilkan dari Universitas Petersburg apa saja, dari kami apa saja. Yang harus kita padukan, karena perbedaan paling besar antara Rusia dan Indonesia, Rusia adalah kontinen dan Indonesia adalah archipelago atau negara kelautan,” urai Megawati.

Prof. Nikolay kemudian mengatakan bahwa mereka siap untuk membahas lebih lanjut tentang kerjasama diantara kedua pihak.

“Semua hal yang ibu sebutkan tadi sangat menarik bagi kami. Dan semua jurusan kerja sama yang disebutkan, itu bidang yang terkenal di kampus kami. Dan kami punya banyak penelitian dan kami siap bekerja sama. Baik nuklir, perlindungan lingkungan, sampai pemberdayaan perempuan,” ujar Nikolay.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya