Berita

Topan Yagi hantam Myanmar/BBC

Dunia

Topan Yagi Mulai Hantam Myanmar, 33 Orang Tewas

SABTU, 14 SEPTEMBER 2024 | 15:10 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Topan Yagi mulai bergerak ke Myanmar dan menyebabkan banjir hingga longsor yang menewaskan 33 orang pada Jumat (13/9).

Topan berkekuatan super ini sebelumnya telah menghantam empat negara di Asia Tenggara, yang mencakup Vietnam, Laos, Thailand, hingga Myanmar, menyebabkan ratusan orang meninggal.

Di Myanmar saat ini 230 ribu warga masih menghadapi banjir dan longsor, terutama mereka yang tinggal di Naypyidaw.


Salah satu penduduk di Naypyidaw mengatakan dia dan anaknya berlindung di pohon untuk menghindari banjir bandang.

"Air tiba-tiba mencapai desa pada malam hari, tak ada waktu untuk berlari," katanya, dikutip AFP.

Berdasarkan keterangan warga, tim penyelamat terlambat datang 30 menit ketika bencana menghantam wilayah tersebut. 

"Kami baru diselamatkan beberapa saat kemudian,” katanya.

Beberapa penduduk desa tampak menggunakan rakit darurat untuk mengangkut harta benda, sementara yang lain menggiring ternak ke tempat lebih tinggi.

"Ini pertama kalinya saya mengalami banjir seperti ini. Kami tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri. Itu adalah pengalaman yang sangat menakutkan,"kata penduduk lain.

Banjir dan longsor juga menyebabkan bangunan hingga jembatan di Myanmar hancur.

Sementara di negara lain, Vietnam, bencana ini juga telah menyebabkan lebih dari 200 warga meninggal dunia, 100 masih hilang dan ribuan orang mengungsi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya