Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Amerika Serikat Naikkan Tarif Impor Barang China hingga 100 Persen

SABTU, 14 SEPTEMBER 2024 | 11:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat akhirnya merampungkan batas kenaikan tarif impor barang-barang China yang nilainya mencapai miliaran dolar.

Perwakilan perdagangan AS, Katherine Tai, mengumumkan pada Jumat bahwa pungutan baru tersebut terutama akan memengaruhi barang-barang seperti kendaraan listrik dan semikonduktor.

"Kenaikan tarif yang ditetapkan hari ini akan menargetkan kebijakan dan praktik merugikan Republik Rakyat China yang terus berdampak pada pekerja dan bisnis Amerika," kata Tai dalam siaran pers, seperti dikutip dari RT, Sabtu (14/9).


Ia menegaskan kembali bahwa langkah-langkah tersebut ditujukan untuk melindungi pekerja dan bisnis Amerika dalam menghadapi praktik perdagangan yang tidak adil.

Gedung Putih pertama kali mengumumkan kenaikan tarif pada Mei tahun ini. Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan bahwa sejak itu mereka telah berupaya menyelesaikan tarif dan menetapkan tanggal berlakunya tindakan tersebut berdasarkan masukan dari publik Amerika.

Menurut dokumen akhir bertanggal 12 September, bea masuk akan naik hingga 100 persen untuk kendaraan listrik, 50 persen untuk sel surya, dan 25 persen untuk baterai kendaraan listrik, baja, aluminium, masker wajah, dan beberapa produk lainnya mulai 27 September. Kenaikan tarif sebesar 50 persen untuk semikonduktor akan mulai berlaku tahun depan. 

Tarif untuk sejumlah produk lainnya, seperti baterai kendaraan non-listrik, sarung tangan medis, dan magnet permanen, akan dinaikkan secara bertahap selama dua tahun ke depan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya