Berita

Kedutaan Besar Inggris di Moskow/AP

Dunia

Dicap Mata-mata, Enam Diplomat Inggris Diusir Rusia

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2024 | 19:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Otoritas Rusia menuding enam diplomat Inggris telah melakukan mata-mata dan mengusirnya dari Moskow.

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengaku memiliki bukti yang menunjukkan bahwa para diplomat tersebut dikirim ke Rusia oleh sebuah divisi dari Kantor Luar Negeri Inggris untuk menjalankan tugas spionase.

"Tugas utama mereka adalah memata-matai negara kami dan memastikan bahwa Rusia kalah dalam perangnya," kata FSB, seperti dimuat The Washington Times pada Jumat (13/9).


Atas laporan FSB, Kementerian Luar Negeri Rusia telah mencabut surat tugas para diplomat tersebut tanpa mengidentifikasi mereka.  

"Apabila ada diplomat yang melakukan hal serupa maka FSB akan segera menutup kedutaan mereka di Rusia," tegas badan tersebut.

TV pemerintah Rusia menyebut keenam diplomat Inggris itu diketahui telah bertemu dengan media independen dan kelompok hak asasi manusia yang dicap sebagai agen asing di Rusia.

Inggris menyebut tuduhan terhadap para diplomat itu sama sekali tidak berdasar. Dikatakan bahwa pengusiran itu terjadi beberapa minggu lalu, kemungkinan dilakukan Rusia sebagai balasan atas pencabutan surat kepercayaan seorang atase Moskow di London Msli lalu.

Inggris menuduh atase itu karena tuduhan mata-mata. Sekitar seminggu kemudian, Rusia membalas dan mengusir atase pertahanan Inggris.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan setuju dengan keputusan FSB mengusir enam diplomat Inggris.

Menurut Zakhrova Kedutaan Besar Inggris telah jauh melampaui batas yang digariskan oleh Konvensi Wina dengan melakukan tindakn subversif yang merugikan rakyat Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pihaknya tidak berencana memutus hubungan diplomatik dengan Inggris karena masalah tersebut.

Pengusiran diplomat, baik diplomat Barat yang bekerja di Rusia maupun diplomat Rusia yang bekerja di negara-negara Barat semakin umum terjadi sejak perang Ukraina meletus pada Februari 2022.

Kantor berita Rusia RBC menghitung tahun lalu bahwa negara-negara Barat dan Jepang mengusir total 670 diplomat Rusia antara awal 2022 dan Oktober 2023, sementara Moskow mengusir 346 diplomat sebagai tanggapan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya