Berita

Presiden terpilih Pemilu 2024, Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Bakal jadi Juru Damai Konflik PBNU-PKB

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2024 | 17:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto diprediksi akan menjadi juru damai Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan menilai perseteruan PBNU dengan PKB terjadi karena kepentingan politik rezim untuk memenangkan pemilihan umum (Pemilu) Serentak 2024.

Saat ini, menurut Yusak perseteruan antara PBNU dengan PKB tidak begitu instens, karena tinggal beberapa pekan lagi jelang pelantikan Presiden terpilih 2024 pada 20 Oktober 2024.


Dosen politik Universitas Pamulang (Unpam) itu meyakini, setelah Prabowo resmi dilantik, PBNU dan PKB akan didamaikan Prabowo dengan cara melibatkan keduanya dalam pemerintahan.

"Kalau melihat karakter politik Prabowo yang akomodatif, saya kira faksi PKB Cak Imin dan faksi PBNU tetap akan diakomodir dalam kabinet untuk meredam kisruh internal keduanya," ujar Yusak kepada RMOL, Jumat (13/9).

Menurut Yusak, karakteristik Prabowo enggan ada kekisruhan, apalagi ketika nanti memerintah. Karena kata Yusak, bagi Prabowo stabilitas politik menjadi nomor satu yang harus dijaga.

Oleh karena itu, Yusak meyakini Prabowo bakal memberikan lebih banyak jatah kursi menteri kepada PBNU.

"Soal siapa yang lebih kuat, ya saham NU terhadap kemenangan Prabowo tentu lebih besar daripada PKB karena PKB tidak mendukung Prabowo," tuturnya.

"Bisa saja jatah NU lebih banyak di kabinet Prabowo dibanding PKB. Kalau ini terjadi, secara politik PBNU menang 1-0 atas PKB Cak Imin," demikian Yusak menambahkan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya