Berita

Tangkapan layar siaran Africa News/Repro

Bisnis

Ada 34 Negara Ingin Gabung BRICS

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2024 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Banyak negara berminat untuk bergabung dengan kelompok lintas benua BRICS. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jumlahnya saat ini ada sekitar 34 negara.

Hal itu disampaikan Putin saat bertemu dengan perwakilan tingkat tinggi negara-negara BRICS di Istana Konstantinovsky di Saint Petersburg, Kamis (12/9) waktu setempat.

"Kita tidak dapat mengabaikan minat yang meningkat terhadap BRICS dari banyak negara. Saat ini, lebih dari tiga puluh negara, khususnya 34 negara, telah menyatakan keinginan untuk bergabung dengan serikat kita dalam satu bentuk atau lainnya," kata Putin, seperti dikutip dari Tass, Jumat (13/9).


"Oleh karena itu, diskusi aktif telah dimulai di antara semua peserta BRICS mengenai modalitas untuk kategori negara mitra yang baru," ujarnya.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari pertemuan puncak keamanan BRICS selama 2 hari yang bertujuan membahas parameter tatanan dunia masa depan.

Didirikan pada tahun 2009 oleh Rusia, Tiongkok, India, dan Brasil, organisasi ini diikuti oleh Afrika Selatan pada tahun berikutnya. Pada tahun 2024, kelompok ini berkembang lebih jauh hingga mencakup Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia.

Baru-baru ini Turki juga sudah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan organisasi tersebut.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya