Berita

Anggota Komisi II DPR RI Riyanta/Net

Nusantara

Mendesak Penuntasan Masalah Pertanahan di DIY dan IKN

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2024 | 01:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masalah pertahanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Ibu Kota Negara (IKN) mendesak dituntaskan secara adil dan transparan.

Anggota Komisi II DPR RI, Riyanta mengatakan, masalah perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas tanah negara di DIY belum sepenuhnya terselesaikan, meskipun dasar hukumnya telah jelas. 

Berdasarkan Keppres No. 33 Tahun 1984 dan Perda DIY No. 3 Tahun 1984, tanah bekas hak barat seharusnya sudah menjadi tanah negara.


"Saya ingin hal-hal yang seperti ini, sebenarnya secara hukum sudah jelas, ya diselesaikan saja," kata Riyanta dalam keterangannya, Rabu (11/9). 

Riyanta turut menyoroti masalah pertanahan di IKN, terutama terkait aktivitas jual beli tanah yang belum berjalan meskipun aturan sudah ada, serta tanah adat yang diambil secara paksa pemerintah.

“Saya baru saja mendapat kontak dari Lurah di Sungai Merdeka, di kecamatan Semboja, sampai dengan hari ini belum ada kegiatan jual beli,” ujar Politikus PDIP ini. 

Ia mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah-masalah tersebut agar pembangunan di IKN berjalan sesuai target.

“Bagaimana IKN bisa sesuai target kalau sampai hari ini belum ada aktivitas jual beli, walaupun ketentuannya sudah ada,” pungkas Riyanta.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya