Berita

Produk makanan dan minuman Indonesia dalam Fine Food Australia 2024/Net

Bisnis

Jadi Primadona di FFA 2024, Produk Makanan Laut Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp61,44 M

SELASA, 10 SEPTEMBER 2024 | 12:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produk makanan laut asal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. 

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney Christhophorus Barutu mengatakan, produk makanan laut Indonesia bahkan  berhasil menjadi primadona dalam ajang Fine Food Australia (FFA) 2024. 

Sebanyak enam ekshibitor dari Indonesia berpartisipasi dalam ajang tersebut. Keenam ekshibitor tersebut yaitu Sony Trading Pty Ltd, Oishi Trading Pty Ltd, PT Alam Scientia Asia, Orang Tua Group, PT Sekar Bumi, dan Laguna Group. 


Menurut  Christhophorus, keenam ekshibitor Indonesia itu berhasil memanfaatkan pameran untuk mempromosikan produk unggulan mereka.

"Produk makanan laut asal Indonesia berhasil menjadi primadona selama tampil empat hari di FFA 2024.Produk makanan laut beku dari PT Sekar Bumi mendapatkan perhatian khusus dari jaringan restoran dan distributor di Australia yang tertarik pada produk berkualitas tinggi. Selain itu, produk makanan laut dari Laguna Group jugad iminati para pemasok di Australia," ujar Christhophorus, pada penutupan FFA 2024, dikutip Selasa (10/9). 

Selama ajang yang berlangsung pada 2-5 September 2024, produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar 4 juta Dolar AS atau setara Rp61,44 miliar. 

Angka tersebut merupakan hasil dari berbagai penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) dan interaksi langsung antara para ekshibitor Indonesia dengan para calon pembeli dari Australia dan kawasan Asia Pasifik lainnya.

Produk-produk unggulan yang banyak diminati para buyer meliputi makanan laut beku,makanan ringan, minuman tradisional, dan produk makanan kesehatan berbasis rempah-rempah.

Pencapaian Indonesia di FFA 2024 membuktikan produk Indonesia semakin diterima dan dihargai di pasar internasional, khususnya di Australia. Selain itu, pencapaian ini memberikan banyak manfaat bagi ekshibitor Indonesia, baik dalam hal penjualan langsung maupun dalam membuka jaringan bisnis baru.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya