Berita

Eko Pratama/Ist

Nusantara

Protes Ketidakadilan, Mahasiswa Anambas Diajak Unjuk Rasa di Matak Base

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 20:15 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sebuah aksi besar tengah dipersiapkan oleh Aliansi Anambas Menggugat (ALAM) sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan selama bertahun-tahun akibat keberadaan perusahaan migas di Kabupaten Anambas. 

Eko Pratama, Aktivis mahasiswa anambas menyerukan panggilan bagi seluruh mahasiswa dan pemuda Anambas yang berada di Jakarta untuk bersolidaritas turun ke jalan membersamai demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung serentak di Matak Base, Anambas, dan Kantor Pusat Medco di Jakarta pada 18 September 2024 mendatang.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Senin (9/9), Eko Pratama dengan tegas menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat Anambas yang dianggap terpinggirkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang telah lama beroperasi di wilayah mereka. 


“PT. Medco E&P Natuna Indonesia, PT. Star Energi, dan Harbour Oil Limited, perusahaan-perusahaan raksasa yang seharusnya membawa perubahan signifikan bagi masyarakat, justru gagal memberikan dampak nyata. Ketimpangan sosial di Anambas sudah tidak bisa kita toleransi lagi!" katanya.

Eko menyebutkan perusahaan-perusahaan itu sudah beroperasi bertahun-tahun, tetapi masyarakat tidak merasakan manfaatnya.

“Bahkan menumpang pesawat yang dulu diizinkan bagi mahasiswa, sekarang sekarang tidak diperbolehkan lagi dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal, mahasiswa ini adalah harapan masa depan Anambas dan Indonesia Emas 2045!,” sebutnya.

Kritik Eko tidak hanya berhenti di situ. Ia juga mengecam ketidaktransparanan program CSR (Corporate Social Responsibility) dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan migas tersebut. 

"Perusahaan-perusahaan ini membuat program-program mereka sendiri, tanpa pernah benar-benar mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mereka menjalankan semuanya berdasarkan analisis internal, seolah-olah masyarakat lokal tidak penting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko menyinggung soal minimnya dukungan terhadap pelaku UMKM lokal. 

"Sangat disayangkan, untuk urusan vendor yang sederhana, mereka masih mendatangkan tenaga kerja dari luar. Ini memotong kesempatan UMKM lokal untuk berkembang, dan efek ekonomi positif yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat Anambas pun lenyap begitu saja." sebutnya.

Menurut Eko, sebagai wilayah perbatasan Anambas seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, terutama dalam pembagian dana bagi hasil migas. Namun hingga saat ini, kami merasa bahwa Anambas belum dianggap sebagai wilayah strategis, meski memiliki posisi penting di hadapan negara tetangga. 

"Kita hanya mendapatkan jatah APBD yang terbatas. Tidak ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk mengakomodasi kepentingan daerah penghasil migas seperti Anambas. Ini adalah ketidakadilan!" tandas Eko 

“Aliansi anambas menggugat (ALAM) menurut Eko akan melakukan aksi besar di depan Matak Base, dan saudara-saudara kami di Jakarta, terutama mahasiswa dan pemuda Anambas, akan melakukan aksi yang sama di Kantor Pusat Medco yang akan saya pimpin sendiri. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa kita tidak akan diam melihat ketidakadilan ini terus berlangsung,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya