Berita

Apollo Quiboloy saat konferensi pers di Filipina pada Senin, 9 September 2024/AP

Dunia

Filipina Tolak Ekstradisi Pastor Apollo Quiboloy ke AS

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 15:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Usai ditangkap, pastor buron internasional, Apollo Quiboloy tidak akan langsung diekstradisi ke Amerika Serikat, melainkan diadili di negaranya sendiri, l Filipina.

Keputusan itu disampaikan Presiden Ferdinand Marcos dalam sebuah pernyataan pada Senin (9/9), menyusul keberhasilkan polisi Filipina menemukan dan menangkap Quiboloy dari tempat persembunyiannya.

AS mendakwa Quiboloy sejak 2021 lalu atas dugaan perdagangan manusia dan pelecehan seksual. Tetapi Marcos mengatakan saat ini pihaknya belum ada niatan mengekstradisi pendeta terkenal itu karena banyaknya kasus yang menjeratnya di Filipina.


"Untuk saat ini, kami tidak mempertimbangkan ekstradisi. Kami fokus pada kasus-kasus yang diajukan di Filipina," tegasnya, seperti dimuat AFP.

Marcos juga mengucapkan selamat kepada polisi karena telah menangkap pendeta itu.

"Kami akan menunjukkan sekali lagi kepada dunia bahwa sistem peradilan kami di Filipina aktif, bersemangat, dan bekerja dengan baik," kata presiden.

Tidak diketahui apakah AS telah secara resmi meminta ekstradisi Quiboloy atau tidak.

Selain skandal seks, Quiboloy juga dicari oleh otoritas AS atas penyelundupan uang tunai dalam jumlah besar dan skema penipuan dengan membawa anggota gereja ke Washington menggunakan visa yang diperoleh secara curang.

Mereka kemudian dipaksa untuk meminta sumbangan bagi badan amal palsu, mengumpulkan dana yang malah digunakan untuk membiayai operasi gereja dan gaya hidup mewah para pemimpinnya.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Benjamin Abalos Jr. mengumumkan keberhasilan pihaknya menangkap pendeta yang kerap mengakui dirinya sebagai "pemilik alam semesta" dan "anak Tuhan yang ditunjuk".

"Apollo Quiboloy telah ditangkap," ungkap Abalos di akun facebooknya pada Senin (9/9). Sayangnya dia tidak mengungkap di mana dan bagaimana penangkapan terhadap Quiboloy dilakukan.

Lebih dari 2.000 polisi dikerahkan sejak bulan lalu untuk menggeledah kompleks gereja Quiboloy, Kingdom of Jesus Christ (KOJC) di Davao, atas dugaan bahwa ia bersembunyi di sana dalam sebuah bunker.

Juru bicara polisi Filipina Jean Fajardo mengonfirmasi bahwa Quiboloy ditangkap di dalam kompleks gereja tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Quiboloy dan empat terdakwa lainnya diangkut dengan pesawat militer ke wilayah ibu kota pada Minggu malam (8/9) setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang," kata Fajardo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya