Berita

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Luhut Mau Jadikan ISF Sekelas World Economic Forum

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2024 | 19:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) bakal dijadikan sebagai event tahunan dan forum global sekelas World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyoroti potensi besar dari ajang ISF.

Menurut Luhut, ISF memiliki peluang untuk menjadi forum internasional yang menjadi acuan bagi para pengambil keputusan di dunia. 


"Forum ini menjelaskan kepada dunia apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Davos itu dingin-dingin saja, hotelnya bayar mahal. Pernah saya tinggal di hotel tidak ada air panasnya, ya mati lah kita," ujar Luhut dalam konferensi pers ISF 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (5/9).

Dalam hal ini, Luhut mencontohkan banyaknya pembicara yang bersedia hadir di ISF 2024 tanpa mau dibayar, karena forum tersebut merupakan forum yang berkualitas dan berskala internasional. 

"Padahal si Jeremy Oppenheim, Founder dan Managing Partner Systemiq itu sekali manggung dibayar berapa, mungkin 10.000 Dolar AS. Ini paten forumnya, kita sudah action dengan 400 proyek yang disiapkan," ujarnya. 

Menurut Luhut, pertemuan tahunan ISF bisa diselenggarakan di Bali sehingga pariwisata di Pulau Dewata itu semakin meningkat.

Namun, ia juga memberikan catatan agar acara akbar yang mengundang banyak tamu negara itu tidak mengundang wisatawan yang tidak berkualitas. Pemerintah nantinya juga bisa menerapkan keanggotaan dari acara tersebut. 

Adapun Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Rachmat Kaimuddin mengatakan ISF 2024 ini mencatat ada 11.000 peserta dari 53 negara, termasuk para pemimpin perusahaan global dan pegiat lingkungan hidup. 

"Acara kita makin dikenal dunia internasional, ada banyak sekali event, bukan saja ISF ini tetapi juga side events-nya. Kalau bolak-balik itu sudah seperti di Davos atau COP saja," kata Rachmat. 

Pada ISF 2024, pemerintah menargetkan ada beberapa nota kesepakatan (MoU) penting yang akan ditandatangani, salah satunya terkait ekspor listrik ke Singapura.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya