Berita

Ilustrasi Foto/Net

Bisnis

Ingin Konsumsi Ikan Meningkat, Logistik Perikanan Harus Dibenahi

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2024 | 15:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah menggencarkan peningkatan Angka Konsumsi Ikan (AKI), berdasarkan data dari Statistik KKP data AKI 54,56 (2020), 55,16 (2021) dan 57,27 (2022). 

Adapun target pada 2023 Kg per kapita per tahun dan sebesar 62,5 kilogram per kapita pada 2024 sebagai upaya meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat. 

Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI), Hendra Wiguna menilai target ini harus dibarengi dengan kemudahan produsen dan konsumen dalam mendapatkan ikan.


“Target AKI pemerintah dalam hal ini KKP semakin tahun semakin meningkat, harapan baik perlu kita dukung. Oleh karenanya, KPPMPI berharap ada kemudahan nelayan kecil dalam berusaha sehingga akan menjamin ketersedian ikan. Nelayan harus mudah mendapatkan ikan, oleh karena itu perlu penyederhanaan perizinan, dibekali teknologi dan tentunya memastikan kesehatan laut terjaga,” kata Hendra kepada RMOL, Jumat (6/9).

Lanjut dia, bilamana nelayan dibekali dengan teknologi pasti akan lebih mudah mendapatkan ikan, implikasinya akan menurunkan ongkos operasional yang selama ini menjadi beban terbesar dalam usaha penangkapan ikan. 

Nantinya, paling tidak akan menurunkan harga ikan di konsumen. Sehingga konsumen akan lebih menjangkau untuk mendapatkan sumber protein terbaik tersebut. 

“Secercah harapan, konon katanya di masa pemerintahan Prabowo-Gibran akan lebih memprioritaskan sektor padat karya yang diharapkan dapat lebih bermanfaat dalam penyerapan tenaga kerja. Semoga saja demikian, terutama di sektor kelautan perikanan dengan begitu anak muda yang menganggur akan menurun angkanya,” jelasnya.

Hendra berharap adanya perbaikan aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur di sektor kelautan perikanan. Mengingat kedua hal ini oleh berbagai pihak dipandang sebagai penghambat belum optimalnya pemanfaatan potensi perikanan. 

“Hingga hari ini sering kita jumpai, di daerah A kekurangan ikan atau industri pengolahan kekurangan ikan, namun di daerah B nelayan membuang ikan karena tidak terserap hasil tangkapannya. Tentu ini persoalan distribusi, logistik, hilirisasi yang perlu diperbaiki,” bebernya.

“Persoalan lainnya, sambung Hendra, kita masih kekurangan cold storage seperti misalnya terjadi di Sabang.

“Saat ikan melimpah serapan disana rendah sedang cold storage tidak ada akhirnya ikan dibuang. Begitu juga di daerah penghasil ikan tuna, seperti di Pulau Morotai selain kekurangan cold storage ada keluhan juga tentang minimnya kapal ekspor untuk angkut ikan tuna,” bebernya lagi.

KPPMPI berharap Cold Storage tidak hanya dibangun di daerah pesisir, namun juga di daerah-daerah yang secara jarak jauh dari pesisir. Sehingga ikan segar sebagai protein terbaik bisa juga dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia.

Masih kata Hendra, persoalan rantai dingin tersebut menjadikan stigma ikan mahal di kalangan masyarakat terus berlangsung. Sehingga masyarakat lebih memilih konsumsi sumber protein lainnya. Padahal di nelayan harga ikan tidak lebih tinggi dari sumber protein lainnya bahkan bisa di bawah harganya.  

“Hari ini nelayan di Pengambengan, Jembrana mengeluhkan anjloknya harga ikan, sedangkan ongkos produksi meningkat. Sementara masyarakat yang berada sedikit lebih jauh dari pesisir tidak mampu membeli ikan karena harganya tinggi,” pungkas Hendra.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya