Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

AS Khawatir Negaranya Terancam jika US Steel Dikuasai Jepang

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2024 | 13:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komite Investasi Asing di AS (CFIUS) terus mengingatkan bahwa rencana akuisisi US Steel senilai 14,9 miliar Dolar AS oleh perusahaan Jepang Nippon Steel akan menciptakan risiko keamanan nasional karena dapat merugikan pasokan baja yang dibutuhkan untuk proyek-proyek transportasi, konstruksi dan pertanian penting.

Dalam surat 17 halaman yang dikirim kepada Nippon Steel,  CFIUS dengan mengutip kelebihan pasokan baja murah China secara global, mengatakan bahwa di bawah Nippon, US Steel kemungkinan kecil akan mengenakan tarif pada importir baja asing.

"Keputusan Nippon dapat mengakibatkan pengurangan kapasitas produksi baja dalam negeri," kata CFIUS dalam suratnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/9).


Surat itu memberikan gambaran tentang keamanan nasional yang dapat digunakan pemerintahan Joe Biden sebagai dasar untuk memblokir akuisisi US Steel oleh Nippon Steel. 

"CFIUS tampaknya secara signifikan memperluas definisinya tentang risiko keamanan nasional," kata Sarah Bauerle Danzman, seorang profesor di Universitas Indiana dan seorang peneliti di Atlantic Council.

"Meskipun ketahanan kapasitas baja domestik AS jelas merupakan kepentingan nasional, tidak jelas bagaimana kepemilikan oleh perusahaan yang berdomisili di sekutu perjanjian utama dapat secara mendasar mengancam hal ini," ujarnya.

Banyak anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat yang menyuarakan penolakan terhadap kesepakatan tersebut. 

Sebelumnya, Gedung Putih telah mengisyaratkan untuk menghentikan pengambilalihan US Steel oleh Nippon Steel. 

Alasannya didasari bahwa US Steel berkantor pusat di negara bagian Pennsylvania dan merupakan simbol kekuatan industri Pittsburgh di tahun pemilihan ketika Partai Republik dan Demokrat sama-sama menjanjikan lebih banyak pekerjaan manufaktur dalam negeri. 

Seorang eksekutif Nippon Steel mengatakan tetap bertekad melakukan apa pun untuk menyelesaikan akuisisi tersebut, 

Perusahaan mengatakan, akuisisi tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Nippon Steel di pasar AS yang sedang berkembang, di tengah menurunnya permintaan produk baja di Jepang dan semakin pentingnya kendaraan listrik.

Laporan World Steel Association menyebutkan, produksi baja mentah Nippon Steel pada tahun 2022 adalah 44,37 juta ton, menjadikannya peringkat keempat di dunia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya