Berita

Keluarga dokter ARL hadir memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Jawa Tengah sebagai saksi atas laporan yang mereka buat, Kamis (5/9)/RMOLJateng

Nusantara

Keluarga Dokter ARL Klaim Ada Ancaman dan Pemerasan ke Korban

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2024 | 04:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pihak keluarga dokter ARL, mahasiswi PPDS Universitas Diponegoro yang meninggal dunia karena diduga jadi korban bullying, telah membuat laporan di Polda Jawa Tengah. Sehari setelah laporan dibuat, penyidik memanggil keluarga ARL untuk pemeriksaan sebagai saksi, Kamis (5/9).

Ibunda ARL, Nuzwatun Malinah, bersama adik kandung korban dan pengacara Misyal Achmad hadir memenuhi panggilan kepolisian. 

Mewakili pihak keluarga korban, Misyal Achmad mengatakan, korban mendapatkan ancaman dan pemerasan dari pihak-pihak tertentu. 


"Kita tidak akan mengganggu proses penyelidikan kasus. Namun, kami menginginkan pihak-pihak terkait bisa memperhatikan tentang kasus perundungan di lingkungan kampus. Agar jadi bahan renungan," kata Misyal, di Mapolda Jawa Tengah, Kamis (5/9). 

Sepengetahuan pihaknya, kasus kekerasan verbal dan perundangan, lanjut Misyal, biasa terjadi dan ada banyak korban. Namun, para korban di kampus tidak berani terbuka menceritakan pengalaman kelamnya itu. 

Pihak keluarga korban ARL, ucap Misyal, tak akan berharap banyak dari hasil penyelidikan ini. Tetapi, ingin kasus-kasus kekerasan dalam bentuk perundungan dan lain-lainnya bisa menjadikan pelajaran berharga. 

"Kan lucu kampus kedokteran isinya orang-orang pintar kok model pendidikannya kayak preman. Tidak hanya ini saja, di mana-mana biasa. Korban biasanya tidak berani terbuka cerita ke orang lain dan memendam rasa sedihnya sendirian. Mungkin kasus ini bisa jadi evaluasi pendidikan kedokteran agar lebih diperbaiki kualitasnya," harap Misyal mewakili keluarga ARL.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya