Berita

Habib Nasution (kiri) dan saat menjadi bagian dari atlet renang Indonesia di Olimpiade 1956/Repro

Olahraga

Mengenal Habib Nasution, Sosok yang Didaulat Menyalakan Obor PON XXI 2024

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 22:59 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pembukaan secara resmi PON XXI Sumatera Utara-Aceh 2024 akan digelar di Provinsi Aceh pada 9 September 2024 mendatang. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir pada pembukaan pesta olah raga terbesar tingkat nasional tersebut di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Seperti biasa, pembukaan PON akan ditandai dengan penyalaan obor yang kini sedang diarak berkeliling Sumatera Utara dan Aceh sebelum nantinya tiba di lokasi seremonial pembukaan PON XXI 2024 tersebut.

Ketua Harian PB PON XXI, Baharuddin Siagian mengatakan penyalaan obor PON tersebut nantinya akan dilakukan oleh Habib Nasution. 


“Habib Nasution, legenda,” katanya, Rabu (4/9).

Sosok Habib Nasution
Dirangkum dari sejumlah sumber, Habib Nasution merupakan atlet Sumatera Utara yang pernah berkiprah di kancah olah raga dunia Olimpiade. Ia tercatat menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada perhelatan Olimpiade 1956 yang digelar di Melbourne Australia.

Saat itu, Habib yang merupakan atlet renang turun pada nomor 100 meter gaya bebas dan 400 m gaya bebas. Meski sempat tampil di babak awal, namun ia gagal melangkah ke final. Pun begitu penampilannya mendapat pujian dari kalangan jurnalis saat itu.

“Habib Nasution yang kini tinggal di kawasan Jalan Setia Budi Medan ini, kembali menjadi bagian dari kontingen Indonesia di Olimpiade 1960 di Roma Italia bersama rekannya yang juga asal Sumut yakni Zakaria Nasution,” kata pemerhati olahraga Nasional, Indra Effendi Rangkuti.

Nama Habib Nasution menjadi atlet renang pertama asal Sumatera Utara yang berlaga di Olimpiade. Selain dia, beberapa nama lain seperti trio legenda PSMS Medan yakni Ramlan Yatim Ramli Yatim dan M Rasidj juga menjadi bagian kontingen Indonesia pada cabang sepak bola.

Tiga bintang PSMS yang membela Timnas saat itu tampil gemilang membela Timnas ketika berhadapan dengan tim kuat Eropa saat itu Uni Sovyet. Pada pertandingan pertama Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Uni Sovyet 0-0. Sayang di laga ulangan keesokan harinya Timnas Indonesia takluk 0-4 dari Uni Sovyet dan gagal melangkah ke babak selanjutnya. 

“Uni Sovyet yang saat itu diperkuat kiper terbaik dunia Lev Yashin tampil sebagai peraih Medali Emas sepakbola Olimpiade 1956,” ujar Indra.

Namun perjalanan nasib Habib tidaklah mudah. Pasca kontribusinya dua kali tampil di Olimpiade. Habib pernah berurusan dengan hukum saat bersengketa dan dianggap terbukti melakukan pemalsuan sebagaimana Pasal 385 ayat (1) KUHPidana dan divonis 2 bulan.

"Melakukan tindak pidana dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan credietverband sesuatu hak tanah yang belum bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, penanaman atau pembenihan diatas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak diatasnya  adalah orang lain," kata hakim dalam amar putusannya.

Terlepas dari persoalan itu, Indra Effendi Rangkuti menilai Habib Nasution merupakan sosok yang tepat untuk diberi penghargaan menyalakan obor PON XXI. Sebab, sosok ini menjadi legenda yang pernah mengharumkan nama Indonesia dan Sumatera Utara di kancah olah raga tingkat dunia.

“Saya kira sudah tepat memberikan penghargaan kepadanya untuk menyalakan obor pembukaan PON XXI 2024,” pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya