Berita

Ilustrasi/Foto: Boeing

Bisnis

25 Tahun Lagi Asia Tenggara Mampu Penuhi 12 Persen Pasokan Bahan Bakar Pesawat

RABU, 04 SEPTEMBER 2024 | 11:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebutuhan bahan bakar berkelanjutan (SAF) untuk pesawat terbang pada tahun 2050 sebagian akan dipasok oleh Asia Tenggara. 

Roundtable on Sustainable Biomaterials (RSB) dalam laporannya yang didukung Boeing bahkan menyebut kawasan mampu memenuhi hingga 12 persen permintaan.

Menurut laporan yang dirilis Selasa (3/9) waktu setempat, yang mencakup 11 negara di Asia Tenggara (termasuk Timor Leste), menunjukkan bahwa kapasitas bahan baku berbasis bio di kawasan tersebut dapat menghasilkan sekitar 45,7 juta metrik ton SAF per tahun pada tahun 2050.


Laporan tersebut mengamati 11 bahan baku, termasuk sekam padi dan jerami, residu minyak kelapa sawit, gula, limbah kota, dan beberapa tanaman energi.

Total ketersediaan bahan baku bahan bakar penerbangan berkelanjutan dari sebelas negara untuk tahun 2025 diperkirakan sekitar 375,3 juta ton per tahun. Hal ini berpotensi menghasilkan produksi 40,9 juta ton bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Pimpinan keberlanjutan regional untuk Asia-Pasifik di Boeing, Robert Boyd, mengatakan, dengan asumsi bahwa produsen bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Asia Tenggara tidak mengekspor bahan bakar mereka, bahan bakar tersebut akan cukup untuk memenuhi permintaan bahan bakar jet di kawasan tersebut.

"Jika hari ini, kita dapat menjentikkan jari dan mengubah potensi tersebut menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan, bahan bakar tersebut akan memenuhi setiap tetes bahan bakar jet yang digunakan di Asia Tenggara saat ini," kata Boyd, seperti dikutip dari Business Times, Rabu (4/9).

"Pikirkan hal ini melalui sudut pandang pemerintah: Daripada mengekspor sebagian besar bahan bakar jet Anda saat ini, jika sumber daya tersedia di dalam negeri untuk menciptakan industri yang dapat memasok semua kebutuhan bahan bakar jet Anda, itu harus. Paling tidak, menjadi diskusi yang baik dengan para pembuat kebijakan," tambahnya.

Produksi bahan baku di Asia Tenggara diperkirakan mengalami peningkatan tahunan sebesar 1,1 persen dari tahun 2025 hingga 2030, dan kenaikan sebesar 0,3 persen dari tahun 2030 hingga 2050.

Indonesia memimpin kawasan ini dalam hal ketersediaan bahan baku bahan bakar penerbangan berkelanjutan, disusul Thailand, Vietnam, dan Filipina. Keempat pasar ini mencakup 90 persen dari potensi kapasitas pasokan bahan bakar penerbangan berkelanjutan di kawasan ini.

Sekam padi dan jerami merupakan bahan baku yang paling melimpah, mencapai 36,9 persen dari seluruh ketersediaan bahan baku. Berikutnya adalah residu minyak sawit sebesar 11,9 persen. Minyak sawit mentah diperkirakan hanya menyumbang 3,1 persen.

Laporan menyebutkan, meskipun Indonesia dan Malaysia merupakan produsen utama produk minyak sawit di dunia, sebagian besar di antaranya diekspor atau digunakan untuk industri makanan dan pakan, menyisakan sebagian kecil untuk biofuel.

Meskipun Asia Tenggara memiliki potensi, laporan tersebut mencatat bahwa infrastruktur bahan bakar penerbangan berkelanjutan saat ini dan yang diproyeksikan di wilayah tersebut mungkin tidak cukup untuk memenuhi permintaan di masa mendatang.

Beberapa faktor dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku yang sebenarnya, seperti persyaratan pembiayaan, investasi infrastruktur, sistem pengumpulan yang efektif, dan kepentingan industri yang bersaing.

Sharmine Tan, pimpinan keberlanjutan regional Boeing untuk Asia Tenggara, mengatakan penelitian terbaru menyoroti ketersediaan bahan baku SAF yang beragam di Asia Tenggara dan potensinya yang signifikan dalam memenuhi permintaan SAF global.

“Dengan berkolaborasi dalam kebijakan keberlanjutan dan investasi infrastruktur, pemerintah daerah dan industri dapat meningkatkan produksi lokal dan mengembangkan kemampuan SAF regional, sehingga memposisikan Asia Tenggara untuk berkontribusi secara signifikan terhadap masa depan penerbangan yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan perekonomian dan melindungi lingkungan," ujarnya.

Arianna Baldo, direktur program RSB, mengayakan penelitian tidak hanya mengevaluasi potensi volume bahan baku yang tersedia di Asia Tenggara tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan sosialnya, termasuk dampaknya terhadap penggundulan hutan, air, dan ketahanan pangan. 

"Temuan ini akan menjadi panduan pasokan bahan baku SAF di masa mendatang dan mendorong eksplorasi bahan limbah pertanian dan industri lainnya," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya