Berita

Kapal Perang India ketika bersandar di pelabuhan Singapura dalam latihan bersama Mei 2023./Naval Technology

Dunia

Isu Keamanan LCS akan Dibicarakan dalam Kunjungan Modi ke Singapura

SELASA, 03 SEPTEMBER 2024 | 21:53 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Isu keamanan maritim khususnya di perairan Laut China Selatan akan menjadi salah satu topik yang dibicarakan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pertemuan dengan Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong. yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 5 September. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Timur, Kementerian Luar Negeri, Jaideep Mazumdar, saat memberikan pengarahan khusus menjelang kunjungan PM Modi ke Singapura. 

Mazumdar mengatakan, kedua negara memiliki pandangan yang sama mengenai keamanan dan keselamatan maritim.


“Mengenai keamanan dan keselamatan maritim, tentu saja, Anda tahu posisi India di Laut Cina Selatan. Dalam kasus Singapura juga, penting bagi mereka untuk menjaga jalur komunikasi laut yang aman, terlindungi, dan bebas,” ujarnya.

“Jadi, kami memiliki pandangan yang sama mengenai hal itu dan tidak diragukan lagi isu-isu seperti itu akan dibahas. Saya tidak dapat mengatakan sejauh mana, itu akan dibahas tetapi ini adalah isu-isu yang penting bagi semua negara kita di kawasan ini dan oleh karena itu, saya tidak ragu bahwa isu-isu itu akan dibahas,” tambahnya.

Jaideep Mazumdar juga berharap situasi Myanmar akan dibahas selama kunjungan PM Modi ke Brunei dan Singapura.

Dukungan Brunei pada Program Antariksa

Sebelum ke Singapura, PM Modi berkunjung ke Brunei atas undangan Sultan Brunei Haji Hassanal Bolkiah. Kunjungan ke Brunei ini merupakan kunjungan bilateral pertama Perdana Menteri India ke Brunei dan bertepatan dengan peringatan 40 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

“Beberapa dari Anda mungkin ingat bahwa Sultan Yang Mulia Haji Hassanal Bolkiah melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada tahun 1992 dan tahun 2008 dan ia juga menghadiri KTT Peringatan ASEAN India pada tahun 2012 dan tahun 2018. Dalam kunjungan terakhir, ia juga menjadi Tamu Kehormatan untuk Hari Republik kita bersama dengan para pemimpin ASEAN lainnya,” ujar Mazumdar.

Ia menggarisbawahi bahwa India dan Brunei memiliki “hubungan yang hangat dan bersahabat” dan keterlibatan tersebut mencakup beberapa sektor, termasuk pertahanan, perdagangan dan investasi, energi, antariksa, teknologi, kesehatan, kapasitas, pembangunan, budaya, dan pertukaran antarmasyarakat.

Selama kunjungan ke Brunei, PM Modi akan terlibat dalam diskusi bilateral tentang semua aspek hubungan bilateral dan kerja sama kita dengan Brunei dan juga menjajaki area kerja sama baru.

“Seperti yang Anda ketahui, kami memiliki hubungan yang sangat hangat dan bersahabat dengan Brunei dan keterlibatan kami mencakup berbagai bidang seperti pertahanan, perdagangan dan investasi, energi, antariksa, teknologi, kesehatan, kapasitas, pembangunan, budaya, dan pertukaran antarmasyarakat yang dinamis. Diaspora India di Brunei berjumlah sekitar 14 ribu orang dan mereka terdiri dari sejumlah besar dokter dan guru di Brunei yang telah mendapatkan reputasi baik dan rasa hormat atas kontribusi mereka terhadap ekonomi dan masyarakat Brunei,” katanya.

Menyoroti dukungan Brunei untuk India dalam program antariksa, Mazumbdar mengatakan, “Kami telah menerima dukungan yang berharga dari Brunei dalam program antariksa kami. Kami memiliki tiga Nota Kesepahaman dengan Brunei di bidang ini. Kami telah mendirikan stasiun pelacakan dan komando telemetri di Brunei pada tahun 2.000 dan stasiun ini melacak dan memantau semua peluncuran satelit dan kendaraan peluncur satelit kami ke arah timur.”

Mazumdar menyebut Brunei sebagai mitra penting bagi Kebijakan Bertindak ke Timur India dan visinya untuk Indo Pasifik. Menekankan bahwa pertahanan merupakan pilar penting dalam kerja sama bilateral, ia mencatat kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada tahun 2016 dan diperbarui pada tahun 2021

“Pertahanan merupakan pilar penting lainnya dalam kerja sama bilateral kita. Kita memiliki MoU tentang Pertahanan yang ditandatangani pada tahun 2016 dan telah diperbarui pada tahun 2021. Nota ini menyediakan kerangka kerja untuk kolaborasi kita yang mencakup pertukaran rutin di tingkat tinggi, kunjungan pertukaran kapal angkatan laut dan penjaga pantai, pelatihan dan latihan bersama, serta partisipasi dalam pameran satu sama lain,” kata Mazumdar.

“Brunei telah menjadi Koordinator Negara kita di ASEAN dari tahun 2012 hingga 2015 dan memainkan peran penting dalam keterlibatan kita selanjutnya dengan ASEAN dan terus melakukannya hingga saat ini,” demikian tambahnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya