Berita

Ilustrasi/RMOL

Tekno

Arab Saudi Siap Tingkatkan Kerja Sama Bidang Game dengan Jepang

SENIN, 02 SEPTEMBER 2024 | 14:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Arab Saudi, yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di pasar minyak dunia, akan memperluas investasinya di bidang game dan hiburan Jepang.

Dikutip dari Nikkei Asia, Senin (2/9), perwakilan perusahaan game Arab Saudi, Savvy Games Group, mengatakan Dana Investasi Publik kerajaan akan mengambil langkah pertama ke arah ini paling cepat tahun depan dengan mentransfer semua saham terkait game ke anak perusahaan Savvy.

Langkah tersebut mencerminkan strategi yang lebih luas untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi dari minyak dan memanfaatkan hiburan dan IP, di mana kerajaan tersebut telah merencanakan investasi yang signifikan dalam permainan, esports, dan IP.


Arab Saudi telah bergerak ke arah ini. Pada 25 Agustus, negara itu mengakhiri Piala Dunia Esports selama delapan minggu.

Diselenggarakan di ibu kota Saudi, Riyadh, kompetisi tersebut menarik 500 tim dari seluruh dunia, mendapatkan sponsor utama seperti Sony Group, dan menjanjikan kumpulan hadiah rekor sekitar 62 juta dolar AS. Serial pertarungan populer "Street Fighter" dan "Tekken" termasuk di antara game yang ditampilkan di turnamen tersebut.

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, yang dikenal sebagai seorang penggemar video game dan anime, mempelopori inisiatif game kerajaan tersebut. Sebelum menunda perjalanan ke Jepang, ia bermaksud mengunjungi berbagai perusahaan game dan hiburan Jepang, kata sumber.

Arah baru Dana Investasi Publik mencerminkan antusiasme sang putra mahkota. 

Dana tersebut saat ini memiliki 8,58 persen saham Nintendo, 6,6 persen saham pengembang gim video Capcom, dan 5,37 persen saham studio film dan anime Toei. Dana tersebut juga memegang saham di perusahaan gim AS dan Korea Selatan, serta diperkirakan memiliki beberapa saham yang tidak diungkapkan di saham hiburan lainnya.

Sementara banyak perusahaan game Jepang mengatakan tidak ada "diskusi konkret" mengenai kolaborasi dengan entitas Saudi, beberapa eksekutif mulai menyuarakan visi strategis. 

Mereka mengatakan bahwa memanfaatkan Arab Saudi sebagai pintu gerbang ekspansi Timur Tengah adalah hal yang memungkinkan. 

"Kebijakan insentif kerajaan yang ditujukan untuk memikat studio pengembangan dapat berdampak positif pada keputusan bisnis mereka," imbuh mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, Savvy aktif mengakuisisi perusahaan esports dan game.

Analis senior SMBC Nikko Securities, Eiji Maeda, mencatat bahwa biaya pengembangan game sedang melonjak, dan dalam jangka panjang, Arab Saudi dapat menjadi sumber pendanaan.

"Meskipun ada kekhawatiran tentang akuisisi perusahaan Jepang, sentimen pasar sebagian besar meyakini bahwa "mengingat sikap kooperatif Arab Saudi sejauh ini, pengambilalihan agresif tampaknya tidak mungkin," kata Maeda.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya