Berita

Ilustrasi anak-anak Pakistan./Borgen Project

Dunia

Menhaz Aziz: Pakistan Alami Malnutrisi Akut

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2024 | 22:56 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Malnutrisi tetap menjadi salah satu hambatan paling mematikan dalam pemerataan perkembangan Pakistan. Tingkat malnutrisi akut global di negara itu tercatat 17,7 persen. Ini melebihi ambang batas darurat.

Mantan anggota Majelis  Nasional Pakistan periode 2018-2023, Mehnaz Akbar Aziz, dalam artikelnya yang dimuat The News. 

Empat dari sepuluh anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting, sementara 17,7 persen kekurangan makanan. Dia mengutip informasi dari UNICEF yang mengatakan beban malnutrisi menjadi semakin nyata, dengan hampir satu dari tiga anak kekurangan berat badan (28,9 persen), dan 44 persen mengalami stunting. Data lain memperlihatkan 49 persen wanita mengalami anemia sedang.


Dengan populasi 235,8 juta Pakistan merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak kelima. Adapun peringkat negara tersebut dalam Indeks Kelaparan Global (2023) adalah ke-99 dari 126 negara. Sekitar 8,6 juta orang atau 24 persen menghadapi kerawanan pangan akut.

Menhaz Akbar Aziz juga mengutip laporan Bank Dunia yang memperlihatkan 32 distrik di Balochistan, 20 distrik di Sindh dan 17 distrik di Khyber Pakhtunkhwa dan distrik-distrik yang baru digabung terkena bencana dengan hampir 48 persen anak balita mengalami stunting.

“Epidemi malnutrisi adalah lingkaran setan yang dimulai dari rahim ibu yang anemia dan meningkat pada masa laktasi serta bermanifestasi dalam seribu hari pertama, mulai dari pembuahan hingga ulang tahun kedua,” tulisnya.

Dia menambahkan, tahun-tahun awal kehidupan adalah kunci perkembangan saraf, yang meliputi pembentukan Neuron baru, Sinapsis, dan perkembangan Sensorik seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan bau. Lebih jauh lagi, perkembangan wilayah otak juga terhubung dengan tahun-tahun awal.

Menurut Menhaz, kepemimpinan politik dan pembuat kebijakan juga gagal menghubungkan antara gizi buruk anak-anak dan pendaftaran sekolah yang suram.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa Pakistan memiliki 26,2 juta anak putus sekolah, jumlah anak putus sekolah tertinggi kedua di dunia. Populasi anak putus sekolah adalah akibat dari kemiskinan belajar, yang dipengaruhi oleh makanan dan gizi yang tidak memadai. Kami menyadari kemiskinan belajar di antara siswa (melalui laporan CERP dan ASER). Fungsi kognitif yang terganggu, motivasi yang menurun, dan perkembangan yang tertunda semuanya berkontribusi pada peningkatan angka putus sekolah,” demikian Menhaz Akbar Aziz.  

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya