Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Amin AK/Net

Politik

Komisi VI: Pemerintah Harus Perhatikan Rakyat dalam Kebijakan Minyak Goreng

JUMAT, 30 AGUSTUS 2024 | 19:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan pemerintah terkait kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) bagi produsen minyak sawit dan turunannya disorot Anggota Komisi VI DPR RI, Amin AK. 

Amin menyatakan bahwa basis perhitungan DMO saat ini didasarkan pada volume ekspor, sehingga harga acuan yang digunakan oleh pengusaha cenderung mengikuti harga internasional.

Dalam kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap mata uang global, seperti Dolar AS dan Euro, Amin mengingatkan bahwa hal ini berdampak pada kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik, termasuk MinyaKita.


“Saya berharap pemerintah tidak hanya memberikan kebijakan relaksasi bagi pengusaha, namun juga mengeluarkan kebijakan yang bisa meringankan beban rakyat,” ujar Amin dalam keterangannya, Jumat (30/8). 

Politikus PKS ini mengusulkan agar DMO minyak curah tidak dihapuskan sepenuhnya, melainkan diberlakukan secara proporsional sesuai kebutuhan rakyat. 

Ia juga menyarankan agar perhitungan DMO didasarkan pada jumlah produksi minyak sawit, bukan volume ekspor.

Menurutnya, Permendag 18/2024 terkesan lebih menguntungkan produsen minyak sawit, karena pemerintah memberi mereka kebebasan dalam menentukan alokasi produksi antara pasar domestik dan ekspor. 

Ia khawatir jika harga ekspor meningkat, produsen akan lebih mementingkan pasar luar negeri, yang dapat mengancam stabilitas pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri.

“Pemerintah mestinya bisa belajar dari krisis harga dan pasokan minyak goreng beberapa waktu lalu yang menyulitkan rakyat,” tegasnya.

Amin juga menyoroti kendali distribusi minyak goreng yang berada di tangan swasta, bukan pemerintah. Menurutnya, hal ini akan mempersulit pemerintah dalam mengontrol stabilitas pasokan dan harga minyak goreng, seperti yang terjadi pada tahun 2022.

Selain itu, Amin menekankan pentingnya mempertimbangkan konsumen dari kelompok usaha mikro dan kecil (UMKM), yang sangat bergantung pada minyak goreng dalam operasional usaha mereka. 

"Kenaikan harga minyak goreng, akan sangat memukul usaha mereka yang saat ini sudah tertekan oleh rendahnya daya beli masyarakat," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya