Berita

Penandatanganan perjanjian kerja sama untuk Program Peningkatan Kapasitas dan Sertifikasi Pekerja Pengolahan Tuna di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nusantara

Perkuat Sektor Perikanan, Pekerja Pengolahan Tuna Perlu Sertifikasi

JUMAT, 30 AGUSTUS 2024 | 18:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Para pekerja pengolahan tuna perlu peningkatan kapasitas dan sertifikasi dalam mendukung usaha perikanan nasional.

Terkait itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) bersama DFW Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama untuk Program Peningkatan Kapasitas dan Sertifikasi Pekerja Pengolahan Tuna di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penandatanganan dilakukan antara Lilly Aprilya Pregiwati selaku Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan dan Imam Trihatmadja selaku Direktur Program DFW Indonesia.


Adapun kegiatan ini turut juga disaksikan oleh Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta, Sekretaris BPPSDM KP Rudi Alex Wahyudin, serta Asisten Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Publikasi Program PIT Moh. Abdi Suhufan.
 
“Kerja sama ini dibuat dengan tujuan untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan di bidang pengolahan ikan. Soalnya, hampir seluruh pekerja pada unit pengolahan ikan (UPI) khususnya pengolah tuna belum ada yang memiliki sertifikasi,” kata Asisten Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Publikasi Program PIT Moh. Abdi Suhufan dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (30/8).

Di samping itu, lanjut dia, perusahaan juga tidak terdesak untuk melakukan sertifikasi karena biaya yang mahal dan tidak adanya kewajiban bagi pekerja untuk memiliki sertifikasi ini.

“Hal ini berimbas pada stagnasi kuantitas dan kualitas ekspor produk tuna olahan Indonesia serta tertolaknya produk tuna Indonesia di pasar-pasar internasional,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta menyampaikan bahwa  kerja sama ini berjalan selama tiga tahun mendatang.
 
“Kami sangat mendukung kerjasama-kerjasama seperti ini yang akan sangat membantu kami khususnya di BPSDM KP untuk memenuhi mandat penyelenggaraan fungsi pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi kompetensi masyarakat kelautan dan perikanan,” ujar Nyoman.

“Semoga kedepannya selama berjalan, kami juga bisa dilibatkan dalam setiap langkah yang akan diambil sehingga kami juga bisa turut berkontribusi aktif dalam kerjasama ini,” tambahnya.
 
Program ini rencananya akan melakukan pilot project pertamanya di Bali pada September 2024.

“Semoga program ini bisa membantu untuk menciptakan sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang unggul khususnya dalam pengolahan tuna sehingga kedepannya komoditas tuna Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Direktur Program DFW Indonesia, Imam Trihatmadja.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya