Berita

Bisnis

Penjualan Smartphone Huawei Naik 50 Persen di China, Apple Tersingkir?

JUMAT, 30 AGUSTUS 2024 | 15:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kinerja raksasa teknologi, Huawei Technologies Co dalam industri ponsel pintar terus melesat di China selama beberapa waktu ini hingga berhasil menyingkirkan Apple di negara itu.

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (30/8), Huawei tercatat mengantongi pendapatan 239 miliar yuan atau setara Rp521 triliun di semester I tahun 2024 ini.

Angka tersebut meroket 33,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023 lalu.


Dalam periode ini, Huawei mencatat total penjualan smartphone melonjak 50 persen pada kuartal II-2024, mengalahkan rival-rivalnya. Sementara Apple dengan produk iPhone andalannya terlempar ke posisi lima besar.

Berdasarkan data IDC, penjualan Apple di China turun 6,5 persen di kuartal II di tengah pertumbuhan penjualan smartphone Android 11 persen, dengan posisi pertama diduduki oleh Vivo dengan pertumbuhan 17,1 persen dan pangsa pasar 18,5 persen.

Sementara posisi kedua dipegang Huawei dengan pertumbuhan 50,2 persen, disusul oleh OPPO, Honor, dan Xiaomi yang mencatat pertumbuhan besar di China.

Meski pertumbuhan meroket 50 persen, laba bersih Huawei tetap mencatatkan penurunan hingga 18,6 persen menjadi hanya 35,5 miliar yuan (Rp77,5 triliun), imbas high-base effect dari penjualan anak usaha Honor Device Co yang rampung pada 2023.

Kini para pelaku pasar sekaligus penggemar smartphone tengah menanti gawai flagship Huawei Mate 70 yang bakal diperkenalkan pada akhir tahun 2024 ini. Sebelumnya, Huawei Mate 60 sempat mengejutkan banyak orang, termasuk pejabat AS karena ponsel tersebut menggunakan teknologi canggih chip 7-nanometer meski AS menerapkan sanksi ekspor chip ke China.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya