Berita

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kamis (29/8)/Puspen TNI

Pertahanan

Latgabma Super Garuda Shield 2024

Panglima TNI Tinjau Latihan Terjun di Puslatpur Baturaja

JUMAT, 30 AGUSTUS 2024 | 06:59 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau langsung latihan penerjunan pada latihan gabungan bersama Super Garuda Shield (Latgabma SGS) tahun 2024 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kamis (29/8).

Latihan penerjunan tersebut merupakan rangkaian Latgabma SGS tahun 2024 yang berlangsung dari tanggal 26 Agustus sampai dengan 6 September 2024 di Surabaya, Situbondo, Banyuwangi (Jawa Timur) dan Baturaja (Sumatera Selatan).

Latihan ini melibatkan kurang lebih 11 negara peserta maupun observer antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, Indonesia, Prancis, Korea Selatan, Singapura dan Inggris.


Sedangkan negara yang turut ambil bagian dalam penerjunan pada Latgabma SGS tahun 2024 antara lain dari US Army Satuan B Troop 1-40 Cav Airborne, TNI dari Yonif 330/Kostrad dan dari Denmatra Kopasgat TNI AU serta Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) 1 ST Airborne Brigade atau Angkatan Darat Bela Diri Jepang semuanya turut meramaikan indahnya langit  Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Sebelum terjun, para penerjun diangkut dengan empat pesawat Hercules jenis C-130 milik US Army dan TNI menuju tempat penerjunan di Baturaja

Setelah pesawat terbang, para prajurit melakukan pendaratan 4 set Cargo Delivery System (CDS) yang menggunakan payung parasit jenis PUB-12 D dengan membawa beban 800 kilogram.

Danyonif 330/Tri Dharma Letkol Imf Dedy Pungky Irawanto memimpin langsung proses penerjunan.

Selain Jenderal Agus, penerjunan ini turut dihadiri KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Tonny Harjono dan Pangkogabwilhan-I Laksdya TNI Agus Hariadi.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya