Berita

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Donald Marles menandatangani perjanjian kerja sama militer, Kamis (29/8)/Ist

Politik

Prabowo Teken Kerja Sama Militer Bareng Australia

KAMIS, 29 AGUSTUS 2024 | 17:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian kerja sama bidang pertahanan.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Donald Marles di Aula Graha Utama, Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/8).

“Sebagai tetangga yang berhubungan langsung, kerja sama ditingkatkan untuk saling membantu mengatasi berbagai ancaman keamanan dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik,” kata Menhan Prabowo.


Lewat kerja sama ini, Prabowo ingin meneruskan dan memelihara hubungan persahabatan yang sangat baik bersama Australia. Adapun kerja sama ini suatu tonggak bersejarah kelanjutan dari perjanjian Lombok.

"Saya bertekad untuk menjaga hubungan Indonesia-Australia menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” kata Prabowo. 

Sementara Menhan Australia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo yang telah sepakat dengan perjanjian tersebut. Richard Males juga terkesan dengan para taruna militer Indonesia yang ia lihat di Akmil Magelang.

“Terima kasih kepada Bapak Prabowo karena telah menyempatkan saya dan delegasi di Akmil Indonesia. Kami sangat tersanjung dan terkesan dengan parade para taruna hari ini,” ungkap Richard.

Perjanjian kerja sama pertahanan (DCA) ini bersifat mengikat secara hukum sehingga menunjukkan komitmen serius untuk meningkatkan hubungan pertahanan dalam kerangka kemitraan strategis yang komprehensif.

Peningkatan kerja sama secara hukum ini dilakukan atas dasar intensitas kegiatan militer kedua negara selama kurun waktu 10 tahun terakhir, terlebih di bidang pendidikan dan pelatihan.

Sebagai salah satu contoh di antaranya adalah pengiriman Taruna TNI untuk belajar di Australian Defence Forces Academy (ADFA) dan Duntroon Military Academy, rencana Joint UN Mission antara TNI dan ADF, serta peningkatan intensitas Latihan Gabungan (LATMA) baik antar matra maupun gabungan tiga matra kedua negara.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya