Berita

PJ Gubernur Jatim Adhy Karyono/RMOLJatim

Bisnis

GIIAS 2024 Perkuat Posisi Jatim dalam Industri Otomotif

KAMIS, 29 AGUSTUS 2024 | 01:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono memaparkan bahwa industri otomotif menjadi salah satu sektor industri andalan di provinsi beribukota Surabaya ini. 

Perkembangan sektor ini sangat signifikan yang bahkan per Maret 2024 tercatat nilai ekspor Jatim untuk sektor industri otomotif mencapai 117,6 juta Dolar AS.

"Oleh sebab itu kami optimis pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ini akan memperkuat posisi Jatim dalam industri otomotif nasional dan internasional. Dan untuk mencapai itu tentunya kita harus terus meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar produk otomotif," kata Adhy saat menghadiri Pembukaan GIIAS di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (28/8).


Pameran GIIAS yang diselenggarakan mulai tanggal 28 Agustus-1 September 2024 ini dibuka oleh Plt. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, Putu Juli Ardika dan didampingi Pj. Gubernur Jatim dan Ketua Gaikindo. 

Lebih lanjut Adhy menjabarkan, berdasarkan Pusdatin Kemenperin RI, trend ekspor industri otomotif Jatim mencatatkan performa sangat baik. Tahun 2022, nilai ekspor mencapai 568,5 juta Dolar AS. Bahkan periode Januari-Maret 2024, ekspor mencapai 117,6 juta Dolar AS dengan tujuan utama ekspor ke beberapa negara, yakni Jepang, Amerika Serikat dan Timor Leste. 

"Hal ini menunjukkan Jatim memiliki keunggulan produksi otomotif yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menembus pasar ekspor dengan nilai potensial," tuturnya. 

Lebih lanjut, Adhy mengatakan pameran otomotif tidak sekadar menumbuhkan roda perekonomian. Melainkan juga turut mendorong inovasi industri otomotif. Khususnya dalam pengembangan kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan. 

"Hal ini sejalan dengan pengurangan gas emisi karbon serta mencapai target keberlanjutan lingkungan yang telah ditetapkan," jelasnya. 

Menurut dia, teknologi kendaraan yang ramah lingkungan serta inovasi kekinian yang perlu dilakukan mengingat persaingan sangat luar biasa. Terlebih saat ini tren Masyarakat Jatim yang membutuhkan kendaraan yang ramah lingkungan juga terus meningkat.

Lebih lanjut, Adhy pun menjelaskan bahwa Pemprov Jatim mendukung penuh perkembangan industri otomotif karena juga dampaknya berhubungan dengan Pendapatan Daerah bermotor. 

“Dukungan yang kami berikan diantaranya memberikan kemudahan produksi, mempermudah izin pembangunan pabrik serta melakukan pemasaran dengan harga terjangkau," urainya. 

Plt. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, Putu Juli Ardika menambahkan, penyelenggara GIIAS mampu menjadi faktor pengungkit dan menumbuhkan industri otomotif. 

"Jatim memberikan kontribusi signifikan penjualan kendaraan bermotor. Ada sekitar 43 ribu unit berhasil terjual dari Jatim. Hal ini menegaskan bahwa provinsi Jatim yang cukup signifikan dalam pertumbuhan industri otomotif," tegasnya. 

"Peningkatan mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap dunia otomotif yang berteknologi terbaru. Apresiasi kepada Jatim dan Gaikindo," ungkapnya. 

Disampaikan Ardika, pameran GIIAS tidak sekadar mendukung pertumbuhan ekonomi, namun turut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kemajuan produk otomotif yang berteknologi tepat guna serta ramah lingkungan. 

Menurutnya, teknologi baru dapat menurunkan emisi gas buang karena tidak perlu menggunakan bahan bakar atau mengatasi sekitar 50 persen bahan bakar minyak yang digantikan hybrid sehingga transportasi lebih murah. 

"Kementerian perindustrian mendukung industri otomotif melalui teknologi tepat guna dan ramah lingkungan," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengatakan, kehadiran industri otomotif tidak sekadar memamerkan kendaraan. Namun sebagai platform strategis untuk memajukan industri otomotif di sektor perekonomian. 

Tentu, kata dia, hal itu tidak bisa dicapai apabila tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jatim. 

"Terima kasih atas dukungan seluruh pihak khususnya Pemprov Jatim yang berkontribusi mendukung pelaksanaan kegiatan GIIAS sehingga mampu memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat," tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya