Berita

Sri Mulyani pertimbangkan situasi dan dinamika global pertahankan rupiah di 16.100 atas dolar AS/RMOL

Bisnis

Ini Alasan Sri Mulyani Kekeuh Nilai Tukar Rupiah di Angka Rp.16.100

RABU, 28 AGUSTUS 2024 | 21:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat keukeuh asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp.16.100 dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI dengan materi pembahasan ekonomi makro TA 2025.

Pertumbuhan ekonomi dalam asumsi makro RAPBN 2025 disepakati 5,2 persen  secara tahunan, inflasi 2,5 persen secara tahunan, nilai tukar disepakati berubah Rp 16.000 per USD, dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun berubah menjadi 7 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan alasan pemerintah terhadap nilai tukar yang berada posisi Rp 16.100 per Dolar AS dan SBN 10 tahun sebesar 7,1 persen. 


Menkeu dua periode ini menuturkan meski Fed Fund Rate akan turun, pemerintah ingin pemerintahan baru berhati-hati menghadapi kondisi ekonomi global.

“Karena kami ingin pemerintahan baru jangan terlalu dipepet. Itu sengaja membuat bantalan. Bukan untuk signaling, karena kalau bicara hari ini, 1,5 bulan lalu kita bicara Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF). Pak Gubernur (BI) membuat proyeksi untuk SBN itu di atas 7 persen semua untuk tahun depan, sekarang jadi 6 koma,” kata Sri Mulyani dalam rapat di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (28/8).

Mencermati dinamika yang terjadi saat ini, Sri Mulyani mengaku sepakat dengan yield SBN 10 tahun yang berada pada titik 7 persen.

Sementara, untuk nilai tukar terhadap dolar AS, Sri Mulyani memahami pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo mengenai nilai fundamental rupiah yang berada pada kisaran Rp 15.300 per Dolar AShingga Rp 15.700 per Dolar AS.

Sri Mulyani melihat current account deficit (CAD) diproyeksikan lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Ini akan berdampak ke pelemahan rupiah.

“Jadi saya menganggap memberikan bantalan Rp 16.100 per USD pertama untuk CAD yang kemungkinan akan lebih tinggi dibanding 2024 atau 2023 dan dari sisi cadangan devisa. Itu fondasinya. Kalau sentimen, wong tiga lalu Rp 16.300 per USD atau dua bulan lalu Rp 16.400 per USD. Sekarang kita bicara Rp 15.400 per USD biasa,” katanya.

Untuk itu, Sri Mulyani masih menyetujui nilai tukar sebesar Rp 16.000 per USD daripada Rp 16.100 per USD.

"Saya hanya perlu sampaikan kenapa kita gunakan Rp 16.100 per USD, supaya kita beri pemahaman terhadap asesmen risiko dan strategi fiskalnya yang sengaja dipakai untuk bantalan fiskal,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan mempersilahkan parlemen untuk menyepakati nilai tukar dolar terhadap rupiah di angka Rp 16ribu.

"Saya hanya perlu untuk menyampaikan  kenapa kita menggunakan 16.100 dari mana itu pemikirannya supaya bisa mendapatkan juga pemahaman untuk kita semua bagaimana pemerintah mengasses antara risiko dan kemudian strategi fiskal yang memang sengaja dipakai untuk menciptakan beberapa bantalan-bantalan fiskal melalui asumsi tersebut," tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya